1 Warga Dirujuk, Tim Satgas Covid-19 Maba Perketat Pengawasan

3207

Pasien Asal Buli Karya Saat Dijemput Ambulance Untuk Dirujuk Ke RS Chasan Bosoirie Ternate (Foto: Nehemia CH)


BULI, CH- Belajar dari pengalaman Imran Manan (19) warga Buli Karya yang terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Chasan Bosoirie Ternate. Membuat Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memperketat pengawasan terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang datang dari zona merah.

Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Maba langsung turun kejalan melakukan kampaye sosialsasi tentang bahaya Covid 19 ke masyarakat yang ada dalam wilayah Kecamatan Maba. Camat Maba Robert Barbakem SH, dalam sosialisasinya  memintah kepada warga untuk tetap waspada serta tidak legah dan meremehkan Virus Corona.

Lanjut Camat, agar warga di Kecamatan Maba tetap aman dan jauh dari Covid-19, maka ditegaskan kepada warga untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona.  “Tetap tenang di rumah, jangan panik, waspada serta kurangi aktivitas yang mengundang banyak orang, menjaga pola hidup sehat, sering cuci tangan, dan gunakan masker ketika berada di luar rumah, dan semua pusat perbelanjaan yang berada di Kecamatan Maba harus menyediakan hend sanitizer dan vasilitas cuci tangan,” tagas camat,  Jumat (24/4/2020).

BACA JUGA  Ketua KPU Malut Pantau Langsung Tes PPK Haltim
Tim Satgas Covid-19 Saat Melakukan Kampanye Sosialisasi Tentang Bahaya Virus Corona

Robert juga menegaskan kepada seluruh kepala desa yang ada dalam wilayah kerjanya untuk terus memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya Virus Corona. Kepada pemerintah desa juga diharapkan segera melapor ke pihak satgas jika ada warga yang baru datang dari zona merah.

Puskesmas Perawatan Buli melalui Serlyana, mengajak kepada masyarakat agar bersama-sama dengan pemerintah untuk mengatasi Covid-19 dengan cara hindari  perkumpulan, rajin cuci tangan dengan sabun, jangan merokok atau hindari asap rokok, jaga jarak apabila ada keluarga yang baru datang dari wilayah zona merah. “Gejala orang dengan Corona Virus yakni orang tersebut memiliki gejala demam, batuk pilek atau bersin, sakit tenggorokan, lesuh, dan gangguan pernafasan atau sesak nafas, bila telah sesak nafas artinya virus sudah menular ke paru-paru yang disebut pneumonia dan ini menyebakan kematian, karena virus sangat berbahaya bila menyerang orang tua dan anak-anak karena daya tahan tubuh yang kurang kuat,” paparnya.

Sementara Kanit Sabhara Polsek Maba, Aipda M. Wildan menegaskan, kepada warga yang baru pulang atau datang dari wilayah zona merah agar melakukan karantina mandiri selama 14 hari dan tidak bisa keluar rumah sesuai anjuran  dari pemerintah maupun dari tim medis.  “Apabila ditemukan warga yang baru pulang dari  zona merah berkeliaran, maka akan di tindak tegas oleh pihak penegak hukum Polsek Maba,” tegasnya.

BACA JUGA  Cegah Konflik Sosial, FKUB Wasteng Gelar Sosialisasi

Tim Satgas Covid-19 yang tergabung dalam  Lintas Sektor Maba yang melakukan kampanye Sosialisasi Covid-19 yakni, Camat Maba sebagai Koordinator kecamatan, Satgas TNI AD, Koramil, Pos TNI AL Buli, Polsek Maba, Pos Polairud, Pihak PT Antam berserta Tim Media dan Tim Kesehatan.

Kampanye soliasisasi yang menggunakan mobil pic up dilengkapi dengan sound system ini dilakukan setelah adanya 1 pasien  atas nama Imran Manan di rujuk ke RS Chasan Bosoirie pada, Jumat pagi kemarin setelah hasil rapid tes dinyatakan reaktif.  Imran diketahui baru datang dari zona merah (Surabaya) dengan satu penerbangan bersama Amrozi, pasien positif corona yang saat ini berada di RS Chasan Bosoirie. (Red)

Reporter : Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here