2021 Petani Haltim Dapat 1000 Hektar AUTP

624

FPPS Gelar Sosialisasi KUR Ke Peta Petani (Foto: Abdurrahman CH)


WASILE, CH-  Pengurus Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya (FPPS) Halmahera Timur (Haltim) menggelar temu usaha dengan para petani Wasile. Kegiatan ini sebagai bentuk sosialisasi dan pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Program dibawah Kementerian Pertanian RI ini  bertugas sebagai Agent of financing mendampingi, memfasilitasi petani, peternak, poktan dan gapoktan untuk dapat mengakses KUR atau sumber pembiayaan lainnya.

“Di tahun 2020 dari bulan januari  sampai juli sudah terserap 5.126.000.000 di sektor pertanian,” Kata Yudo Setiono S.Pt, selaku pihak  FPPS, dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tutuling Jaya Kecamatan Wasile Timur, Kamis (10/9/2020).

Yudo menjelaskan, para petani akan mendapatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Tani Sapi atau Kerbau (AUTS/K).

Namun untuk petani Haltim di 2020 ini, program tersebut masih ditangguhkan
karena belum ada kesiapan dan kordinasi yang matang dengan PPL, petani dan pihak ansuransi PT. Jasindo serta stekholder lainya. “Tahun 2021 Haltim dapat 1000 hektar AUTP yang akan dikawal langsung FPPS,” bebernya.

BACA JUGA  Ini Alasan Pemadaman Listrik Di Kota Maba

Dijelaskan, Program AUTP dan AUTS/K sangat membantu petani, karena AUTP melalui pihak BRI melakukan penyetoran Rp. 180.000 permusim tanam. Dari jumlah ini, subsidi pemerintah sebesar 80 persen atau Rp.  144.000. Dengan demikian petani hanya menyetor atau melakukan pengembalian sebesar Rp. 20 persen atau Rp. 36 ribu per musim. Jika gagal gagal panen maka pihak asuransi mengganti Rp. 6 juta per hektar.

“Misalnya AUTS stor 200.000 per tahun, subsidi pemerintah 80% atau Rp. 160.000,  petani hanya bayar 20% atau Rp. 40.000 per tahun, sapi mati atau hilang dapat ganti Rp. 10.000.000 dari ansuransi,” jelas Yudo.

Dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh fasilitator pembiayaan dari pihak Bnk BRI wasile dan juga keterwakilan Satker Dinas Pertanian Maluku Utara. (Red)

Abdurrahman Patola

Reporter: Abdurrahman Patola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here