Banjir Dan Angin Kencang, Puluhan Rumah Di Halbar Alami Kerusakan

204

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halbar, Abdullah Ishak, S.Pi.M.Si (Foto: Riko CH)


HALBAR, CH- Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir ini membuat sejumlah daerah di Maluku Utara ikut tertimpa musiba. Selain di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), bencana alam juga menimpa warga di Kabupaten Halmahera Barat.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halbar, Abdullah Ishak, S.Pi.M.Si menyebutkan, untuk Kecamatan Loloda terdapat 3 desa yang tergenang banjir, yakni Desa Pumadada, Linggua dan Barataku.

Di Desa Pumadada sebanyak 135 rumah warga tergeng banjir, 4 rumah roboh, 1 rumah rusak ringan akibat tanggul jebol yang menyebabkan banjir.

Sementara di Desa Linggua kurang lebih 10 rumah mengalami rusak akibat luapan air sungai. Sedangkan di Desa Barataku tidak ada kerusakan rumah melainkan hanya tergenang air. Banjir juga menyebabkan 1 tiang pagar PLN di desa tersebut roboh.

“Banjir terjadi pada pukul 04.00 WIT dan mulai surut pada pukul 09.00, untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada, cuman ada beberapa rumah dan PLN yang mengalami kerusakan seperti saya sebutkan,” kata Abdullah di ruang kerjanya, Kamis (19/1/2021).

BACA JUGA  Dialog Publik Harmoni Membangun Harbar Berjalan Lancar

Menurutnya peristiwa ini terjadi pada 16 Januari 2021. Selain di tiga desa tersebut, 6 rumah warga di Desa Tolofuo rusak akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi ada 14 Januari 2021.

Tak hanya itu, 11 rumah warga di Desa Sidangoli Gam juga mengalami kerusakan akibat dari naiknya gelombang laut setinggi 2 sampai 3 meter.

“Dari kejadian tersebut sekitar 25 KK yang di ungsikan di salah satu tempat ibadah yakni Mushola desa Sidangoli Gam Kecamatan Jailolo selatan,” ujarnya.

Dijelaskan gelombang laut naik ke pemukiman warga yang berada dibibir pantai sekitar pukul jam 04.00 WIT dan mulai surut pada pukul 09.00 WIT.

Selain itu bencana alam juga terjadi di Desa Tungute Ternate Kecamatan Ibu. Banjir meluap ke pemukiman warga.
“Untuk info korban baik harta maupun jiwa belum ada laporan sementara masih di data oleh petugas lapangan dan pak camat Loloda, untuk Jailolo dan Sahu masih aman terkendali walaupun ada sedikit tergenang banjir di beberapa titik, seperti Desa Acango dan Desa Hatebicara Jailolo,” paparnya.

BACA JUGA  Oknum Pegawai Dinkes Halbar Diduga Pungli Pemutakhiran Data Mandiri ASN

Untuk bantuan alat-alat bangunan dan logistik, saat ini pihak pemerintah daerah masih bangun koordinasi dengan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat. “Kami siap falidasi data-data, jadi kepada warga yang mengalami korban bencana alam di mohon untuk bersabar,” pintanya.

Dia menhimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana banjir yang sewaktu-waktu terjadi akibat cuaca yang saat ini masih dalam kondisi ekstrim. (Red)

Riko Noho

Reporter: Riko Noho

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here