Benahi Kualitas Pendidikan, Sekolah Berdekatan Bakal Digabungkan

186

Bupati Halbar, James Uang (Foto: Riko CH)


HALBAR, CH- Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara bakal membenahi sistem pendidikan yang ada di wilayah tersebut. Caranya, yakni menggabungkan sekolah yang berdekatan.

Bupati Halbar, James Uang mengatakan, cara ini tak lain adalah mengadopsi sistem pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam membuat sekolah unggulan.

“Tujuannya hanya satu yakni untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Halbar, kata James, di sela-sela membuka Musrembang  Kecamatan Tabaru, di Aula Kantor Camat Tabaru, di Desa Duono, Jumat (19/3/2021).

Lanjut bupati, sekolah yang berdekan dengan jumlah siswa yang sedikit akan digabungkan menjadi satu untuk dijadikan sekolah unggulan.

Dengan digabungkan sekolah ini kata bupati, akan mempermuda management dan pengawasan. Disamping itu juga untuk menghemat anggaran operasional sekolah.

“Sekolah (SD/SMP) yang siswanya hanya 20 sampai 50 orang, saya pikir tidak efektif juga, hanya menghabiskan anggaran operasional karena disitu juga melekat tunjangan-tunjangan seperti kepala sekolah, dan lain-lain,”bebernya

Ada plus minusnya ketika sekolah yang siswanya tidak banyak digabungkan, misalnya rentang kendali. Namun, keuntungan yang dimaksimalkan dari kebijakan penggabungan sekolah yang siswanya sedikit adalah dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah akan lebih besar.

BACA JUGA  Pekan Depan Walikota Ternate Dan Bupati Halbar Bertemu Bahas Tiket Speed Boat

Dengan sendirinya sarana dan prasarana penunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di sekolah tersebut akan lebih baik.

“Kalau dana BOSnya besar, otomatis fasilitas disekolah pun akan lebih baik, misalnya ruang belajar dipasang tehel, AC, toilet, bahkan kantin yang modern, maka siswa dan guru akan nyaman di kelas saat belajar dan mengajar, maupun dilingkungan sekolah,”paparnya.

Bupati James, yang juga mantan guru ini mengaku, prihatin dengan kualitas pendidikan di Halbar. Untuk itu dia telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan menyiapkan data untuk kebutuhan masing sekolah-sekolah yang berdekatan, yang jumlah siswanya sedikit untuk masuk dalam program penggabungan sekolah.

Praktik manipulasi atau penyelewengan dengan cara penggelembungan jumlah siswa yang kerap dilakukan pihak sekolah untuk meraup dana BOS, kata James adalah perbuatan melawan hukum yang harus hentikan.

“Di Morotai Bupati Beni Laos memakai cara itu sehingga ada sekolah di Morotai yang dana Bosnya bisa miliyaran,”ungkapnya.

Sementara gedung sekolah yang kosong akibat penggabungan, bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa setempat sebagai kantor BUMDes atau tempat aktifitas produktif lainnya. (Red)

BACA JUGA  Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 76 di Halmahera Barat Berjalan Khidmat

Riko Noho

Reporter: Riko Noho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here