Bocah 6 Tahun Di Halbar Diperkosa Oleh Keluarganya Sendiri

542

Kepala (DP3A) Halbar, Fransiska Renjaan, (Foto: Fiko CH)


HALBAR, CH- Nasib malang dialami oleh seorang bocah berusia 6 tahun di salah satu desa di Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Bocah perempuan ini dikabarkan diperkosa oleh keluarganya sendiri.

Informasi yang dihimpun Cerminhalmahera. com, bocah yang masih duduk di bangku SD kelas 1 ini diduga diperkosa oleh seorang pria berinisil O alias Onyong (25) yang merupakan warga di kecamatan yang sama. Onyong juga diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Peristiwa ini terkuak setelah korban mengeluh mengalami sakit pada bagian bawah perut (maaf kemaluan). Korban kemudian menceritakan kejadian yang menimpahnya itu ke kakek dan neneknya saat pergi ke kebun.

Masalah ini akhirnya dilaporkan, oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Halbar, Fransiska Renjaan, didampingi kakek dan paman korban di Kantor Polres Halbar, Senin (11/1/2021).

Korban mengalami pemerkosaan pada tanggal 3 Desember 2020. Kronologisnya,
korban saat itu sementara bermain bersama teman-teman sebayanya. Korban kemudian didatangi pelaku dan menarik tangan korban menuju ke dalam kamar rumah tempat korban tinggal. Di dalam kamar pelaku langsung menjalankan aksi bejatnya.

BACA JUGA  Warga Peniti Diduga Aniaya Warga Buli, Ratusan Warga Datangi Polres Haltim

“Dari keterangan korban, pelaku sudah tiga kali melakukan hal yang serupa. Saat kejadian yang ketiga kalinya, saat itu korban ditarik masuk ke kamar, ada salah satu temannya yang sempat melihat,”terang, Fransiska.

Peristiwa pemerkosaan yang dialami oleh bocah 6 tahun ini, kata Fransiska sebelumnya juga sudah diadukan oleh pihak keluarga ke aparatur desa setempat. Hanya saja, kepala desa setempat meminta agar diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun, paman dan kakek korban yang tidak menerima kasus tersebut langsung mendatangi Dinas DP3A Halbar yang kemudian memfasilitasi guna menyampaikan laporan secara resmi ke bagian SPKT Polres Halbar.

“Saat korban mengeluh sakit untuk pertama kalinya, kakek dan neneknya juga anggap biasa, mereka mengobati korban dengan obat kampung. Namun saat kejadian ketiga kalinya, korban akhirnya mengakui kalau dia diperkosa,” bebernya.

Kedua orang tua korban kata Fransiska mengalami tuna wicara, korban kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya, yang aktifitas keseharianya sebagai petani. Dimana, pasca menyampaikan laporan ke Polisi, korban sempat dibawa oleh petugas di RSUD Jailolo untuk di visum.

BACA JUGA  Bertengkar Dengan Istri, Pria Ini Tewas Gantung Diri

Kondisi korban bahkan saat ini terlihat kurus lantaran sakit-sakitan. Sementara pelaku pemuda yang keseharianya bekerja serabutan. informasinya sudah melarikan diri ke Tobelo, Halmahera Utara (Halut).

Fransiska berharap kasus pemerkosaan yang telah dilaporkan itu, oleh penyidik agar secepatnya menangkap pelaku, dan diberikan hukuman setimpal sehingga ada efek jera kepada pelaku seksual anak dibawah umur, karena bakal meninggalkan trauma yang mendalam bagi korban.

“Kami tetap akan mengawal kasus ini, sampai tuntas. Harapan kami juga jika ada kejadian-kejadian seperti ini juga, orang tua agar bisa melaporkan kepada kami atau ke pihak yang berwajib, karena yang namanya kekerasan seksual terhadap anak itu, tidak ada ampun, “tegasnya.

Kanit I SPKT Polres Halbar, Iptu Febrianus B yang dikonfirmasi di depan ruang SPKT Polres Halbar, membenarkan adanya laporan peristiwa itu. “Laporan resminya sudah diterima dan akan diteruskan ke bagian Reskrim untuk ditindaklanjuti,”tukasnya. (Tr3/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here