BPBD Sebut Pembalakan Liar Penyebab Banjir Di Halbar

204

Plt. Kepala BPBD Halbar, Abdullah Ishak (Foto: Riko CH)


HALBAR, CH- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) menyebut indikasi terjadinya bencana banjir di wilayah Halbar disebabkan karena adanya pembalakan liar atau ilegal logging.

Plt. Kepala BPBD Halbar, Abdullah Ishak mengatakan, banyak gunung yang gundul akibat maraknya penebangan hutan secara liar. Hal ini lah yang menyebabkan sering terjadinya musibah banjir.

“Kalau saya lihat dari sisi batin, mungkin ini tidak ada kesadaran dari masyarakat sehingga mereka kadang melakukan penebangan liar di hutan belakang sana,” kata Abdullah saat ditemui cerminhalmahera.com, Selasa (2/2/2021).

Berdasarkan laporan masyarakat kata Abdullah, adanya transaksi kayu balok di ruas jalan Desa Sidangoli Kecamatan Jailolo Selatan. Dalam seminggu terjadi dua sampai tiga kali transaksi.

“Pasti ada kalau cek, mereka ambil kayu di mana coba kalau bukan belakang gunung atau belakang rumah-rumah warga,” terangnya.

Meskipun demikian, pihaknya tidak bisa mengambil sikap, karena kewenang soal hutan bukan lagi rana pemerintah kabupaten melainkan pemerintah propinsi.

BACA JUGA  Totari Balacai: Kopra Putih Solusi Mengatasi Terpuruknya Harga Kopra Asap

“Saya tidak tau apakah pengawasan dinas kehutanan propinsi suda melaksanakan tugas dengan baik atau belum tapi minimal harus di jaga ketat supaya orang tidak tebang hutan sembarangan,” ujarnya.

Untuk itu, di 2021 ini pihaknya bakal fokus dengan program penanganan bencana banjir dengan meminta kepada pemerintah daerah untuk membuat payung hukum terkait dengan penanganan bencana, baik bencana banjir, letusan gunung api dan gempa bumi.

“Karena torang juga hosa kalau setiap banjir kita selalu keluarkan anggaran distribusi logistik atau penyaluran bahan-bahan pokok, sehingga harapan kedepan ada semacam payung hukum atau regulasi yang mengatur, ketika ada banjir itu torang cepat atasi dan terstruktur menangani banjir,” tutupnya. (Red)

Riko Noho

Reporter: Riko Noho

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here