Dewan Guru Resmi Menyurat ke DPRD Malut Terkait Persoalan SMA 5 Halsel

470
Muhammad Asagaf, Saat Menyerahkan Surat ke Salah Satu Pegawai TU di Sekretariat DPRD Malut di Sofifi

SOFIFI, CH – Janji para dewan guru untuk menyurat ke DPRD Propinsi Maluku Utara terkait persoalan yang terjadi di SMA Negeri 5 Halmahera Selatan tidak hanya sekedar isapan jempol belaka. Terbukti, surat tersebut sudah dilayangkan ke Komisi IV.

Surat tersebut diserahkan langsung oleh, Muhammad Asagaf salah satu guru di sekolah tersebut ke salah satu pegawai Tata Usaha (TU) Sekretariat DPRD Malut, Senin (1/11/2021). Para dewan guru, terpaksa menyurat ke pihak DPRD, karena dinilai Kepala Dinas Pendidikan Malut tidak bisa mengambil sikap terkait dengan aksi mogok belajar mengajar yang dilakukan oleh para dewan guru.

Aksi mogok  belajar mengajar ini diduga karena kinerja Kepala Sekolah, Muhlis Mukaram  yang dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS).

Dalam isi surat yang disampikan ke Komisi IV itu, dengan tegas meminta kepada Komisi IV agar segera mengambil sikap untuk mencopot kepsek dengan beberapa alasan. Diantaranya, kepsek tidak transparan terhadap pengelolaan dana BOS 2020-2021. Pengeolaan dana BOS oleh kepsek bertentangan dengan juknis karena dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan pihak terkait.

BACA JUGA  Gubernur Malut Hadiri Pembukaan MTQ Korps Pegawai RI di Sultra

Selain itu, kepsek dinilai tidak memiliki dedikasi dan disiplin dalan menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai. Sudah memberikan kebohongan terhadap dewan guru dan staf TU, serta  tidak menghargai bawahan dewan guru dan staf TU.

“Maka dengan poin – poin tersebut diatas, kami selaku dewan guru dan staf TU mendesak dinas pendidikan propinsi agar segra copot jabatan Muhlis Mukaram SPd selaku Kepsek SMA 5 Halsel,” ujar Muhammad Asagaf.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, aksi mogok yang dilakukan oleh para dewan guru dan staf TU ini, membuat aktifitas belajar mengajar di SMA 5 Halmahera Selatan bisa dibilang lumpuh. Ratusan siswa-siswi memilih tidak masuk sekolah alis libur pribadi. Akibat tidak ada guru yang datang mengajar setelah aksi mogok itu terjadi pada beberapa pekan lalu.

Reporter: Yud
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here