Di Depan Panitia Pusat Wawali Minta Kepastian Sail Tidore

47

Rapat Koordinasi Sail Tidore 2022

TIDORE, CH – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tampaknya mulai geram dengan pelaksanaan Sail Tidore. Pasalnya, hingga saat ini kegiatan berskala nasional itu belum terjadwal dengan baik.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen secara tegas mempertanyakan kepastian pelaksanaan Sail di depan panitia pusat, saat melakukan rapat bersama di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota, Rabu (30/3/2022).

“Sail Tidore yang semula dijadwalkan Tahun 2021 diundurkan di Tahun 2022, dan sampai hari ini juga kejelasan Sail Tidore belum pasti, maka hari ini saya atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Tidore Kepulauan meminta kepastian itu, baik dari Pusat maupun Provinsi,” Tegas Muhammad Sinen.

Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini menuturkan, tanpa Tidore, Indonesia tidak lengkap dari sabang sampai merauke, berdasrakan bukti sejarah. Menurutnya, Sail Tidore terlalu kecil, jika dilihat dari manivestasi rasa syukur negara terhadap Tidore. Tidak sebanding dengan apa yang diberikan oleh Sultan Tidore terhadap negara pada saat itu.

Dijelaskan, Sail Tidore ini adalah hajatan negara, tuan rumah adalah Provinsi Maluku Utara, dan Kota Tidore kebetulan menjadi saksi sejarah dan penempatan itu ada di Tidore, namun sayangnya di Tahun 2021 hanya 1 miliar anggaran yang disodorkan ke Kota Tidore Kepulauan, dan di Tahun 2022 hanya 600 juta.

BACA JUGA  Pelabuhan Rum Tampak Sepih, LPMP Malut Jadi Tempat Karantina

“Kami kesal dan sangat putus asa, apakah Sail Tidore ini menjadi cerita omong kosong atau benar, ini pertanyaan dari rakyat atau masyarakat Kota Tidore Kepulauan terhadap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi sebagai panjang tangan Pemerintah Pusat,” kesalnya.

Jika Sail Tidore tidak bisa dilaksanakan, maka maka dengan terpaksa Nuku-Nuku Muda, Zainal Abidin Syah Muda akan berteriak di negara ini. Lewat komunikasi politik, Muhammad Sinen akan menemui Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarno Putri untuk ketemu langsung dengan Presiden RI.

“Saya akan beberkan ini semua bahwa Perhatian Provinsi terhadap Sail Tidore sangat kecil,” tegasnya.

Muhammad Sinen, ikut membandingkan dengan Sail Morotai. Dimana, anggaran yang dikucurkan ke Pemkab Morotai waktu itu mencapai hingga Rp. 300 miliar oleh Pemerintah Provinsi. Sementara Sail Tidore dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi belum mencapai Rp. miliar.

“Maka hari ini, kami sadar bahwa kami tidak saling mengharapkan lagi, hari ini kami memohon kepastian dari Panitia Pusat apakah jadi atau tidak Sail Tidore 2022, mohon jawaban yang konkret dan pasti dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi,” ujarnya.

BACA JUGA  Dianggap Berbahaya Dari Covid 19, Warga Tolak Kehadiran Bajaj Di Tikep

Menjawab hal ini, Ketua Rombongan Pusat Sail Tidore 2022, Yunus Sirundu yang juga sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perdagangan mengatakan, terkait dengan kejelasan dan kepastian anggaran Sail Tidore, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan telah mengirimkan surat ke masing-masing bidang untuk menyiapkan anggarannya.

“Terkait kejelasan anggaran Sail Tidore, Pak Menteri telah mengirimkan surat ke masing-masing bidang untuk menyiapkan anggarannya, kepastianya nanti akan dipaparkan oleh masing-masing bidang,” tutur Yunus.

Dalam rapat koordinasi tersebut masing-masing bidang dari Kementerian terkait memaparkan perencanaan- perencanaan yang akan ditampilkan pada Sail Tidore di November mendatang. Namun terkait anggaran, tanggal penepatan perhelatan Sail Tidore bahkan Launching Logo Sail Tidore akan dikonsulitasikan kembali.

Adapun Panitia Pusat Sail Tidore yang hadir terdiri dari Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan, Panglima Komando Daerah Militer XVI/Pattimura, Kasal TNI-AL, dan Kementerian Perdagangan.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here