Di Tikep, Seorang Ayah Tega Hamili Putri Kandungnya Yang Masih SMP

778

Gambar Ilustrasi

TIDORE, CH – Kelakuan seorang ayah di Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara tidak patut untuk dicontohi. Dia tega diduga melakukan hubungan intim dengan anak kandungnya sendiri.

Pelaku yang berinisial S ini diduga melakukan aksi bejatnya itu berulang kali. Akibatnya, korban sebut sama Mawar (nama samaran) yang masih berusia 15 tahun itu berbadan dua (hamil) 4 bulan.

Aksi bejat itu terungkap sehari, sebelum Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M. Saat itu Mawar yang masih duduk di bangku SMP ini bersama adik perempuannya datang menjenguk ibu kandung mereka yang berinial N. Kedua anak ini tinggal bersama S, setelah S dan N berpisah pada 2019 lalu.

Ibu kandung korban, N, saat di temui media ini Jumat (23/7/2021). di kediamannya mengungkapkan bahwa dirinya dan suami telah hidup terpisah sejak Desember 2019. Sejak saat itu, korban dan adiknya tinggal bersama pelaku.

Saat bersama pelaku Mawar dan adiknya dilarang keluar rumah, bahkan keduanya juga tak dibolehkan bermain dengan teman-teman sekitar. Anehnya lagi Kemana pun pelaku pergi, kedua anak perempuan itu selalu dibawa sertakan.

“Saya tinggal di rumah orang tua, korban dan dia pe ade itu tinggal dengan pelaku setelah saya dengan suami (S) berpisah sejak Desember 2019,” kata N, saat ditemui awak media, Jumat (24/7).

BACA JUGA  Polsek Maba Selatan Berhasil Amankan 261 Kantong Miras

Lanjut N bercerita, dalam kunjungan kedua putrinya itu, N mengaku memperhatikan fisik Mawar yang terlihat lebih cerah dari biasanya. N langsung menanyakan ke Mawar, bedak apa yang dipakai hingga membuat wajah Mawar bercahaya.

“Kamu (Mawar) pake bedak apa sampai muka seputih itu,” tanya N kepada korban.

N yang tidak menyangka wajah anaknya bercahaya karena pengaruh hamil itu, langsung memegang perut Mawar. Tak sengaja melihat kain berwarna biru melilit pinggang korban yang melorot.

“Saya tanya kenapa kamu ikat pinggang, dia (Mawar) mengaku, papa suruh saya ikat supaya perut tidak terlihat besar. Disitu saya langsung menangis dan meminta saudara saya datang ke rumah untuk lihat kondisi anak saya,” cerita N.

N yang merasa terpukul, langsung memanggil seorang bidan untuk memeriksa perut korban. Awalnya, Mawar sempat menolak. Namun N memaksa. Dari hasil pemeriksaan bidan menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

Untuk memastikan Mawar hamil atau tidak, dilakukan tes kehamilan mengunakan alat tespek sebanyak dua kali dan hasilnya positif.

“Setelah kami interogasi, dia akhirnya mengaku bahwa pelaku adalah papanya,”
ucap N.

Lanjut N, dalam melakukan aksinya pelaku S memukul Mawar hingga pinsang. S juga mengancam Mawar dengan menggunakan senjata tajam berupa parang dan pisau.

BACA JUGA  Peredaran Miras di Haltim Tumbuh Subur

“Pelaku memukul korban sampai pingsan baru pelaku mulai melakukan perbuatan bejatnya itu. Korban juga mengaku ke bidan bahwa sudah 4 bulan tidak haid,” kata N.

Setelah korban menceritakan seluruh perbuatan pelaku, N kemudian mendatangi kantor polisi, Rabu (21/7/2021) untuk melaporkan perbuatan suaminya itu. Saat itu S juga diketahui berencana melarikan diri.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tidore, IPTU. Redha Astrian saat dikonfirmasi membenarkan kasus tersebut tengah ditangani Polres. Saat ini, penyidik sedang mendalami keterangan pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, perbuatan bejatnya itu dilakukannya pada akhir 2020.

“Kami mau dalami lagi, seperti di september berapa kali melakukan dan sesember berapa kali melakukan,” jelas Redha.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dijerat Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 76D UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU 17/2016 tentang perubahan kedua atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP denganancaman hukuman 20 tahun penjara.

Musa Abubakar
Reporter: Musa Abubakar

Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here