Dinas Kesehatan Gendeng Forum Lintas Sektor dan Lintas Program Bahas Kota Tidore Kepulauan Bebas Frambusia

90

Taher Husain Saat Berikan Sambutan

TIDORE, CH – Menuju Tidore eradikasi penyakit frambusia pada tahun 2023 Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui ini Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan menggandeng Forum lintas sektor dan lintas program pada Penggalangan Komitmen menuju Kota Tidore kepulaun bebas Frambusia yang berlangsung di ruang rapat sekretaris daerah. Jumat (21/10/2022).

Eradikasi Frambusia merupakan upaya pembasmian yang dilakukan secara berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat secara nasional. Yang bertujuan untuk Indonesia dan dunia tanpa frambusia, terhentinya penularan frambusia di semua wilayah dan sertifikasi bebas frambusia setiap kabupaten kota yang sesuain dengan dasar hukum Undang-undang nomor 30 tahun 2009 tentang kesehatan, PMK No 8 tahun 2017 tentang eradikasi Frambusia dan Surat Edaran nomor : Hk.02.02 tahun 2020 tentang sertifikasi kab/kota bebas frambusia bagi keb/kota non endemis.

Asisten sekda bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain dalam arahannya menyampaikan bahwa ini adalah program presiden semua yang telah digambarkan pada rencana pembangunan nasional. Kemudian menjadi target Tidore bebas Frambusia pada tahun 2023 ini harus didukung bersama. Pemerintah Daerah tetap akan konsisten dalam langkah-langkah koloborasi dan dukungan stekholder sehingga sasaran dan targetnya bisa tercapai.

BACA JUGA  Jelang Ramadhan Stok Minyak Tanah di Kota Tidore Aman

Taher juga menambahkan sebagaimana visi-misi Walikota dan juga Wakil Walikota agar Tidore kedepan jauh lebih baik maka ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. “karena sudah eranya bangun kolaborasi, jadi segala kemudahan melalui tranformasi digital juga harus dimanfaatkan agar seluruh target-target pencampaian visi-misi kepala darerah melalui lintas sektor ini mudah-mudahan bisa terwujud, dan hal-hal mengenai permalasahnya bisa kita atasi” kata Taher.

“Memang kalo satu dekade terakhir kaitannya dengan isu bakteri sudah tidak terdengar lagi mudah-mudahan, ini bisa kita jaga karena ini juga ada kaitannya dengan gaya hidup, pola hidup, kondisi ekonomi dan juga informasi dan tranformasi digital, maka kemudian masyarakat itu dengan sendirinya melakukan edukasi yang berkaitan dengan hal-hal kesahatan sehingga juga terbantu” tutup Taher.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Abdul Majid Do. M. Nur dalam laporannya mengatakan bahwa forum ini diselenggrakan sebagai sebuah prasyarat mutlak, karena saat ini Kota Tidore sedang dinilai oleh Provinsi maupun Kementerian Kesehatan dalam rangka mengejar dan menargetkan agar Kota Tidore pada tahun 2023 bisa mendapatkan predikat secara nasional sebagai kota yang tidak memiliki kasus-kasus Frambusia.

BACA JUGA  Wali Kota Tidore Ajak Masyarakat Maluku Utara Sukseskan Sail Tidore

“Initinya bahwa kasus Frambusia di Kota Tidore Kepulauan ini sudah sangat sedikit kasusnya, mudah-mudahan bisa nol atau hilang, sehingga kita layak untuk bisa menerima penghargaan secara nasional, maka penggalangan komitmen sebagai salah satu yang akan di nilai. Dan perlu diketahui bersama bahwa penggalangan komitmen ini memiliki point yang begitu tinggi. Mengingat kembali bahwa Kota Tidore sebelumnya telah mendapatkan dua penghargaan dari Kementrian Kesehatan secara nasional yaitu Kota Tidore bebas Malaria dan Kota Tidore Bebas Filariasis atau Kaki Gajah,”jelas Abdul Majid.

Abdul Majid juga berharap semua lintas sektor yang diundang terdiri dari kementrian agama, Dinas pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyrakat Desa dan Rumah Sakit dapat menterjemahkan secara massif kepada sektornya masing-masing mengenai eradikasi penyakit frambusia ini. Kegiatan di akhiri dengan penandatangan Penggalangan Komitemen dan foto bersama.(Hms/Uca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here