Dinilai Akan Mengancam Warga, Asmapel Demo PT. Priven Lestari

982

Asmapel Saat Demo di Depan Mes PT. Priven Lestari (Foto: Nehemia CH)


BULI, CH- Aliansi Sarjana Mahasiswa dan Pelajar (Asmapel) Fagagali Buli Asal- Wayafli melakukan aksi demo di depan Mes PT. Priven Lestari. Masa menolak agar perusahaan tambang nikel itu berhenti beraktifitas.

Masa aksi menilai, perusahaan yang saat ini melakukan expolorasi (pengeboran) di Gunung Wato-Wato Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara ini akan memberikan dampak buruk terhadap warga.

Pasalnya, jarak lokasi tambang dengan lahan batas Tata Kota Buli hanya kurang lebih 200 meter, yang juga tidak jauh dari pemukiman warga.

“Sebab akan terjadi dampak buruk pada lingkungan dan masyarakat pada umumnya, apabila PT. Priven beroperasi maka 10 atau 20 tahun ke depan akan anak cucu kita yang merasakan dampaknya,” teriak Barlianto Bawang Kordinator Asmapel dalam orasinya di depan Mes PT. Priven Lestari, Senin (22/2/2021).

Masa aksi juga mengajak kepada masyarakat dari Wayafli sampai Geltoli yang memiliki lahan atau kebun di areal Gunung Wato-Wato agar jangan menjual ke pihak perusahaan.

BACA JUGA  Kapolsek Mabsel: Warga Belum Sadar Bahaya Pesta Ronggeng

“Lebih baik digunakan untuk berkebun demi masa depan anak dan cucu kita ke depan dan apabila ada yang menjual lahan atau kebun ke PT. Priven Lestari maka harus angkat kaki dari Tanah  Leluhur,” tegas, Ketua Karang Taruna Desa Wayafli, Mardiono Guslaw.

Selain itu, masa aksi juga menilai aktifitas perusahaan ini akan menghilangkan ruang hidup Pertanian atau Perkebunan masyarakat Buli. Pencemaran air bersih, mengakibatkan banjir dan longsor.

“Selain itu dapat menghasilkan debu yang mengakibatka penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA), maka dengan demikian Aliansi Fagagali dengan tegas menolak keberadaan PT.Priven Lestari untuk beroperasi di area Gunung Wato-Wato,” tukas, Krisdafid Batawi masa aksi lainya.

Sementara itu, Novian Sutrisno, Site Manejer PT. Priven Lestari, pada cerminhalmahera.com mengatakan, pihak PT. Priven selalu menerima siapa saja yang mau bertemu dan siap menerima saran dan kritikan termasuk yang dilakukan oleh Asmapel.

“Ini hanya miskomunikasi saja, sebab sampai saat ini PT. Priven baru melakukan pengeboran dan belum melakukan sosialisasi tentang Visi-Misi perusahaan itu sebabnya dan wajar kalau masyarakat kuwatir atas dampak setelah produksi,” kata Novian.

BACA JUGA  Tahun Ini Akses Jalan Maba-Sagea Tembus Perbatasan

Dijelaskan, dalam tiga bulan ke depan pihak perusahaan masih fokus pada pengeboran. Saat ini baru dilakukan pengeboran di 6 titik dari 150 titik untuk mencari tau kadar nikel, serta pembangunan Dermaga di Desa Gamesan.

Novian menambahkan, pihak perusahaan akan tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat baik lahan produksi maupun tanggungjawab perusahaan ke masyarakat.

Pihak perusahaan sendiri memiliki lahan produksi seluas 5.000 hektar. Namun, di dalamnya ada air bersih, maka yang akan dikelolah lebih dulu seluas 1.500 hektar di bagian Utara.

“Untuk perekrutan karyawan 90 persen pekerja baik skil dan nonskil warga masyarakat Kecamatan Maba, serta PT. Priven juga akan mensejahterahkan masyarakat dan akan dibuka balai pelatihan,” janjinya.

Masa aksi yang menggunakan mobil pic up dilengkapi dengan sound system ini, mengakhiri aksi dengan aman yang ikut dikawal langsung oleh aparat kepolisian dari Polsek Maba. (Red)

Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here