DPRD Temukan Alasan Harga Barang Di Haltim Mahal Karena Ongkos Buruh

247

Ketua Komisi II DPRD Haltim, Mursid Amalan

HALTIM, CH- Keluhan konsumen terhadap harga barang yang begitu mahal dalam wilayah Kabupaten Halmahera Timur mulai mendapat titik terang. Salah satu penyebabnya diduga karena ongkos buruh yang dinilai terlalu mahal.

Alasan ini diketahui pihak Komisi II DPRD Haltim, saat memanggil pihak pengusaha dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi UKM Pemkab Haltim beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan itu para pengusaha beralasan harga barang berupa sembako, bangunan dan barang lainya di jual dengan harga yang masih terbilang mahal karena Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Manitinting meminta ongkos buruh yang dinilai terlalu mahal.

“Menurut pengusaha dan Disperindag, TKBM minta harga buruh per kontainer lima sampai delapan jutah,” sebut Ketua Komisi II DPRD Haltim, Mursid Amalan di Kantor DPRD, Senin (14/3/2022).

Menurut Mursid, harga buruh yang dipatok ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan daerah lainya. Lanjut Mursid, berdasarkan hasil kunjungan mereka ke Kota Tidore Kepulauan, harga buruh per kontainer hanya Rp. 750 ribu, sementara di Weda Halmahera Tengah Rp. 1 juta per kontainer.

BACA JUGA  DPRD Haltim Larang Mobil Melintasi Jembatan Darurat Mabulan

Masih menurut Mursid, alasan dari pengusaha ini dibantah oleh pihak TKBM saat menggelar rapat bersama dengan Komisi II dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Buli, di ruang Komisi II siang tadi (Senin).

“Sementara menurut pihak TKBM hanya Rp. 1.300.000 per kontainer, ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama di tahun 2013,” jelas Mursid.

Anggota DPRD empat periode ini berjanji, pihaknya akan mempertemukan pengusaha dan TKBM serta Pemerintah Daerah untuk kembali melakukan kesepakatan bersama tentang harga buruh, agar harga barang di Haltim bisa disesuaikan.

Politisi PKPI ini juga ikut membandingkan harga barang di Ternate yang jauh lebih murah ketimbang di Haltim. Seharusnya kata dia, harga barang di Haltim harus jauh lebih murah ketimbang di Ternate. Sebab harga kontainer (barang dalam kontainer) Surabaya-Ternate per kontainer Rp. 20 juta dengan harga reguler. Sementara Surabaya-Haltim melalui kapal Tol Laut hanya Rp. 10.500.000.

“Tapi harga barang di Ternate masih murah ketimbang di sini (Haltim),” herannya.

BACA JUGA  Soal Vaksin Covid-19, Komisi I DPRD Haltim Rapat Dengan Dinas Kesehatan

Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here