Dua Desa Di Kecamatan Kayoa Siap Salurkan BLT

718

Fadli A. Rasyid Patta, Pendamping Profesional Kecamatan Kayoa (Foto: Nuski CH)


HALSEL, CH – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tampak mengalami sedikit keterlambatan. Hal ini disebabkan karena   pencaiaran anggaran Tahap I 2020 mendahului Permendes PDTT No. 6 Tahun 2020 tentang prioritas Dana Desa (DD) pada penanganan Covid-19.

Fadli A. Rasyid Patta, Pendamping  Pofesional Kecamatan Kayoa menyebutkan, dari 14 desa yang ada di Kecamatan Kayoa, baru 2 desa yang siap menyalurkan BLT melalui Dana Desa Tahap I 2020, yakni Desa Gunange dan Desa Guruapin. Sementara di desa-desa lainya sedikit mengalami keterlambatan karena realisasi BLT baru akan disalurkan melalui pencairan DD Tahap II.

“Mengapa desa-desa fokus pada kegiatan pembangunan infrastruktur ketimbang BLT DD. Perlu kami tegaskan bahwa proses pencairan DD tahap satu tahun 2020 direalisasi pada bulan Maret dan April, dengan sendirinya progres penyerapan kegiatan sudah capai 70 persen mendahului terbitnya Permendes No. 6 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kuangan No. 40 thn 2020. Olehnya itu, BLT DD akan direalisasikan pada tahapan selanjutnya,” jelas Fadli, saat ditemui Cerminhalmahera.com, Senin (27/4/2020) di Desa Guruapin.

BACA JUGA  Wow, Di Desa Laluin Hanya 4 KK Terima BLT, Warga Penyakit Kronis Diabaikan

Terkait perkembangan penyaluran BLT di Kecamatan Kayoa, kata Fadli pihaknya telah melakukan sosialisasi ke warga yang berada di 14 desa sejak Tanggal 21 April 2020. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan  tentang Peraturan Mentri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Pereraturan Mentri Desa PDTT No. 11 Tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2020 yang dituangkan dalam 3 point, yaitu, Pencegahan dan Penanganan COVID-19, Padat Karya Tunai Desa dan Bantuan Langsung Tunai.

“Desa-desa di Kecamatan Kayoa tetap berpedoman pada regulasi yang ada, salah satunya BLT DD, oleh karena itu kami tegaskan bahwa dokumen pendukung terkait BLT DD sudah clear, selanjutnya  Musyawarah Desa Khusus Penetapan penerima BLT DD, dan selanjutnya masuk ke tahapan perubahan RKPDes dan APBDes Tahun 2020,” tegasnya.

Lanjut Fadli, selain  Permendes PDTT No. 6 Tahun 2020, Peraturan Menteri Kuangan No. 40 Tahun 2020 ikut menegaskan soal prioritas penyaluran BLT akibat Covid-19, yakni bahwa bagi desa yang tidak mengalokasikan BLT DD maka pencairan DD tahap 3 Tahun 2020 tidak akan dicairkan.

BACA JUGA  Abaikan Cap Tikus, Warga Halsel Produksi Aren Jadi Gula Merah

BLT DD berbentuk uang Rp. 600.000 (enam ratus ribuh) selama tiga bulan terhitung bulan April s/d Juni 2020. Sasaran penerima BLT DD adalah Keluarga miskin non PKH, BPNT, mempunyai keluarga yang rentan sakit kronis. Kriteria masyarakat miskin menurut standar BPS, maksimal 14 point kriteria, minimal 9 point kriteria. “BLT ditujukan kepada orang yang benar-benar kriteria orang miskin, dalam bentuk uang bukan sembako, jika bagi desa yang sudah mengalokasikan sembako sebelum terbitnya regulsi di atas, maka sembako tersebut masuk pada point satu, yaitu Pencegahan dan penanganan COVID-19,” paparnya.

Informasi yang dihimpun Cerminhalmahera.com sejumlah desa di Kecamatan Kayoa yang telah melakukan musyawarah desa tentang penetapan penerima BLT, yaitu Desa Buli, Gunange, Talimau, Dorolamo, Loigoma, Gafi dan Siko. Sementara desa di Kecamatan Kayoa Selatan, Kayoa Utara dan Kayoa Barat masih dalam tahap pendataan kepala keluarga miskin. (Red)

Reporter: Nuski A. Saban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here