Hadiri FKNT di Tidore, Mentri KP Disambut Secara Adat

184

Walikota Tikep, H. Ali Ibrahim Bersama Mentri KP, Sakti Wahyu Trenggono

TIDORE, CH – Pelaksanaan Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) di Kota Tidore Kepulauan mendapat dari Pemerintah Pusat. Ini bisa dilihat dari kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono beserta rombongan.

Kedatanga Sakti Wahyu bersama rombonganya ini disambut langsung oleh
Walikota Tidore Kepulauan, Capt H. Ali Ibrahim didampingi Wakil Walikota, Muhammad Sinen dan Sekretrais Daerah, Ismail Dukomalamo, di Pelabuhan Trikora Kota Tidore Kepulauan, Senin (7/3/2022).

Penyambutan ditandai dengan prosesi adat Joko Hale dari Bobato Adat Kesultanan Tidore, yaitu tradisi adat berupa injak tanah bagi pejabat maupun tamu kehormatan yang baru pertama kali berkunjung ke Tidore.

Usai mengikuti prosesi Adat Joko Hale, rombongan, Sakti bersama rombongan
melakukan kunjungan tatap muka sekaligus silaturahmi di Kedaton Kesultanan Tidore sebelum menuju ke lokasi perhelatan FKNT.

Pada kesempatan tersebut, Ali Ibrahim yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini memohon agar Sakti meninjau kembali regulasi tentang kewenangan Kapal Penangkap ikan bermesin besar atau di atas 30 Gross Ton (GT) menjadi 5 Gross Ton (GT), ia berharap adanya kemudahan perizinan akan memaksimalkan produksi perikanan tangkap.

BACA JUGA  Kemendikbud Ristek Bersama Pemerintah kota Tidore Gelar Festival Musik Tradisi Indonesia

Sementara itu, Sakti Wahyu dalam sambutannya mengatakan, kesempatan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi dirinya dapat hadir dalam kegiatan yang melibatkan jajaran pusat dan daerah serta berbagai pemangku kepentingan.

“Acara FKNT ini kita yakini akan mendorong inovasi, produktivitas dan kreativitas masyarakat nelayan yang akan menghadapi perubahan tatanan ekonomi global sekaligus menggalangkan kampanye gerakan cinta laut untuk melestarikan sumberdaya perikanan dan kelautan,” Tutur Sakti

Merespon usulan Walikota terkait Kapal Penangkap Ikan 30 GT menjadi 5 GT, Sakti Wahyu menjelaskan, dalam program penangkapan ikan berbasis kuota, hak masyarakat nelayan Tidore maupun Maluku Utara pada umumnya harus minimal 20% dari seluruh kuota yang ada di wilayah perairan.

“Dan itu akan dituangkan di dalam peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri yang sebentar lagi insyaallah bisa selesai,” jawabnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Sakti Wahyu memperoleh gelar kehormatan anak adat Kesultanan Tidore “Syaiku Ngolo Ma Oti” dari Sultan Tidore. Usai membuka FKNT, rombongan MKP didampingi Ali Ibrahim mengikuti acara peletakan batu pertama SPT Tomalou.

BACA JUGA  DPC PATELKI Kota Tikep Gelar Raker Dan Seminar Ilmiah

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here