Ini Empat Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Oleh Bappeda Kota Tikep

226

Kepala Bappeda Kota Tikep, Abdul Rasyid Fabanyo

TIDORE, CH – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) akan melakukan delapan aksi konvergensi penurunan stunting.

Dimana Kota Tikep, ditetapkan sebagai salah satu lokus nasional penanganan stunting tahun 2022. Hal diungkapkan oleh Kepala Bappeda Kota Tikep, Abdul Rasyid Fabanyo, Minggu (16/1/2022).

“Di tahun ini Tidore ditetapkan sebagai salah satu lokus nasional penanganan stunting sehingga di daerah yang menjadi lokus penanganan stunting itu wajib melakukan delapan aksi konvergensi penurunan stunting,” ungkap, Abdul Rasyid.

Abdul Rasyid menjelaskan dari delapan aksi tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi sampai pada tahap ke empat. Pertama penyiapan data, kedua pembuatan program, ketiga penyiapan regulasi sampai ke desa dan keempat rembuk stunting.

Lebih lanjut kata Abdul, dari delapan konvergensi stunting, Bappeda hanya mempunyai tiga tugas. Pertama buat data, kedua buat program dan yang ketiga ada di PMD untuk registrasi desa.

“Bapeda puya anggaran untuk rembuk stunting sudah di siapkan untuk 2022 di kisaran Rp 50 juta, nanti torang lihat pihak pihak yang terlibat siapa siapa saja, karna torang juga dapat bimbingan dari orang kementerian yang menangani khusus stunting di Maluku Utara,” ujarnya.

BACA JUGA  Polemik PT. Sanatova, LSM Jajaran Malut Angkat Bicara

Abdul menjabarkan bahwa Bappeda hanya menangani urusan perencanaan, sedangkan Dinas Kesehatan dan Dinas DPPKBP3A yang menangani urusan teknis.

“Itu dua dinas harus berkerja sama, nanti ada hal-hal tertentu yang menjadi kendala akan dibicarakan dengan bappeda sebagai perencana,” pungkasnya.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here