Jadi Langganan Banjir, Desa Baburino Dan Pekaulang Butuh Sentuhan Pemda

Banjir Di Desa Baburino Dan Pekaulang (Foto: Warga Net)


BULI,CH- Kehidupan warga di Desa Baburino dan Pekaulang Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) tampaknya belum tenang. Warga di dua desa yang terletak di jalan lintas menuju Bandara Buli ini terus dihantui banjir pada saat turun hujan.

Banjir yang ikut merendam hingga masuk ke dalam rumah warga ini disebabkan karena luapan air sungai yang berada diantara dua desa tersebut. Di saat musim hujan, warga mengaku tak bisa tidur dengan nyenyak pada saat malam hari karena takut terbawa banjir. Selain itu warga juga tak sanggup lagi mengamankan barang-barang mereka ke titik aman karena takut basah.

Seperti yang terjadi tiga hari berturut-turut belakangang ini, warga terpaksa harus keluar mencari tempat yang aman untuk beristirahat karena terus diterjang banjir. “Sudah tiga hari ini, baik siang atau malam banjir terus datang melanda desa kami,” kata  Kepala Desa Baburino Radius Sabuanga pada wartawan Cerminhalmahera.com, Jumat (03/4/2020).

Radius mengaku pemerintah desa sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi banjir akibat luapan sungai tersebut, namun tetap saja terjadi banjir pada saat turun hujan. Pemerintah Desa mengaku kewalahan mengatasi banjir karena keterbatasan anggaran. Mereka hanya mengandalkan dana desa serta dana CSR dari pihak ketiga yang tidak seberapa.

Pihak Pemerintah Desa kata Radius, sudah berusaha mengusulkan ke pemerintah daerah  melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) kecamatan hingga kabupaten. “Kalu cuma anggaran desa dan CSR dari pihak ketiga tidak akan ada penyelesaian soal banjir, harus butuh anggaran yang cukup besar. Kami sudah usulkan melalui musrembang kecamatan, tapi tidak diakomodir di musrembang kabupaten,”akunya.

Untuk itu warga berharap, demi kenyamanan warga di dua desa tersebut, pemerintah daerah dapat mengambil langkah untuk menangani persoalan banjir yang ada. “Kalau sungai  hanya dilakukan normalisasi sama saja, sebab normalisasi ini sudah berulang kali tapi tetap banjir saja, maka harus ada sentuhan  perhatian dari pemerintah daerah, agar masalah banjir ini dapat diatasi sepenuhnya,” harap, Doni Bawang warga Baburino.

Saat ini, Pemerintah Kecamatan setempat telah melakukan normalisasi sungai tersebut dengan total anggaran Rp. 30 juta yang bersumber dari CSR PT. Antam untuk Desa Baburino dan Pekaulang. Sayangnya alat berat milik Jhon Tatengkeng yang baru bekerja 8 jam untuk menormalisasi sungai tersebut mengalami kerusakaan. “Ia alat berat mengalami kerusakan ringan, dan sementara diupayakan untuk melakukan perbaikan, dan besok (Sabtu) sudah mulai dioperasikan,” ujar, Camat Maba Robert Barbakem SH. (Red)

Reporter: Nehemia Bustami

Show More
Back to top button