Jelang Ramadhan  Kebutuhan Bahan Pokok di Kota Tidore Aman

189
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan, Yakub Maradjabessy

TIDORE, CH – Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan terus melakukan pengawasan ketersediaan bahan pokok di pasar  maupun di toko-toko milik para pedagang. Hal itu dilakukan untuk memastikan stok bahan pokok tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Bulan Suci Ramadan.

“Dilihat dari data yang ada, 11 bahan pangan yang kami pantau di semua kecamatan mulai dari beras, gula, minyak goreng, sampai pada daging ayam dan daging sapi ketersediaannya di Kota Tidore Kepulauan Cukup,” kata Yakub Maradjabessy, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan saat ditemui wartawan, Jumat (18/3/2022).

Untuk stok beras kata Yakub, ketersediaan saat ini melebihi kebutuhan masyarakat. Dimana ketersedian beras dalam sebulan mencapai 700-800 ton. Namun saat ini, ketersedian di semua kecamatan yang ada di Kota Tidore Kepualaun mencapai sekitar 2.472 ton, begitupun dengan komoditi pangan lainnya yang juga surplus.

Yakub menambahkan, berdasarkan data time series Dinas Ketahanan Pangan, ketersediaan pangan di Kota Tidore Kepulauan baik menjelang, maupun di Bulan Ramadhan selalu cukup tersedia.

BACA JUGA  Walikota Tikep Sumbangkan Gaji Untuk Tangani Covid 19

“Jika kita membandingkan ketersediaan pangan menggunakan data time series 2-3 tahun lalu, baik menjelang, ataupun di Bulan Ramadhan sebenarnya semuanya terpenuhi dengan cukup.  Memang kebutuhan untuk Ramadhan meningkat namun ketersediaan selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai Idul fitri,” akunya.

Meski demikian, dia mengaku ada beberapa komoditi yang menjadi problem yakni bawang merah, cabe rawit dan cabe keriting, bahkan minyak goreng karena harganya yang mahal.  Menurutnya, cabai dan bawang  sebenarnya cukup tersedia di Kota Tidore Kepulauan namun harga dan fluktuasinya selalu tinggi, terutama cabai rawit sehingga menjadi komoditi yang sering menyumbang inflasi.

Lanjutnya, ketersediaannya cabai hampir sebagian besar dipasok dari luar daerah. Ketersedian cabai kata dia, tidak terlepas dari dua hal yaitu produksi dan impor. Produksi cabai dan bawang merah belum maksimal untuk menjamin ketersediaan dan menstabilkan harga pangan, di sisi lain impor komoditi ini sangat dipengaruhi oleh kontinuitas produksi dan distribusi sehingga jika terjadi gangguan pada salah satunya maka akan mempengaruhi ketersediaan dan harga.

BACA JUGA  Walikota Tikep Lepas Tiga Peserta Paskibraka Tingkat Provinsi Dan Nasional

“Oleh karena itu, bawang merah, cabe rawit dan cabe keriting harus menjadi fokus pengembangan di Kota Tidore kepulauan. Jadi kalau produksi cabe rawit, bawang dan cabe keriting meningkat kita bisa menekan harga yang dipasok dari luar, karna semua tergantung mekanisme pasar, kalau ketersediaan meningkat harga pasti akan turun,” pungkasnya.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here