Jokowi: Lewat Infrastruktur Kita Bangun Peradaban Dan Keunggulan Bangsa

166

Presiden Jokowi, Saat Meresmikan Bandara Kuabang Kao (Foto: Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden)


TOBELO ,CH – Pembangunan infrastruktur yang merupakan fokus pembangunan negara dalam beberapa tahun terakhir ini hendaknya tak hanya dilihat dari sisi pembangunan fisik semata. Sebab, banyak hal penting lain yang hendak dituju dari pembangunan dan pengembangan infrastruktur di negara.

Setidaknya terdapat empat alasan utama mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur bagi Negara Indonesia yang disampaikan oleh Presiden, Joko Widodo saat meresmikan terminal baru Bandara Kuabang, di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu, (24/3/2021)

“Infrastruktur itu adalah membangun peradaban. Ini yang sering tidak kita sadari. Bayangkan, misalnya dulu sebelum ada jalan, dari Halmahera Utara menuju Sofifi kita harus jalan kaki. Sekarang setelah jalannya ada berarti bisa naik bus, sepeda motor, atau mobil. Membangun peradaban baru,” kata Presiden.

Kehadiran infrastruktur berupa bandara, selain membangun peradaban, juga berarti membangun budaya kedisiplinan baru bagi warga setempat. Penerbangan yang membutuhkan akurasi jadwal dan waktu tentu akan mendorong peningkatan kedisiplinan itu.

BACA JUGA  Sambut HUT Bhayangkara Ke-74, Polres Halut Donor Darah Dan Salurkan Bantuan Beras

“Misalnya sekarang ada bandara, artinya apa? Kita disiplin harus tepat waktu karena datang ke bandara untuk terbang ke kota lain dan waktunya, jamnya, sudah ditentukan. Kalau tidak berarti ditinggal oleh pesawat. Itu juga membangun kedisiplinan baru,”tukasnya.

Kedua kata Jokowi, infrastruktur yang memadai akan membangun dan meningkatkan daya saing sebuah negara. Dengan daya saing tersebut, negara Indonesia akan mampu berkompetisi dengan negara-negara lain. Maka, membangun infrastruktur tak melulu berkaitan dengan urusan pembangunan fisik semata, tapi juga membangun keunggulan negara.

Lanjut Jokowi, pembangunan infrastruktur yang dilakukan merata di seluruh penjuru Indonesia berarti mewujudkan sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bertransformasi dari Jawa-sentris menuju Indonesia-sentris merupakan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut.

“Banyak yang saya dengar, pak jalannya yang dibangun jangan hanya yang di Jawa saja. Bandaranya juga jangan yang di Jawa dan Sumatera saja. Kami di bagian timur juga memiliki hak yang sama untuk mempunyai _airport_ dan jalan yang baik. Keinginan itu betul. Sekali lagi, pembangunan ini juga untuk sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA  Ini Harapan Presiden Jokowi Saat Resmikan Terminal Baru Bandara Kuabang Kao

Diakhir penjelasan Jokowi, infrastruktur yang utamanya fasilitas transportasi akan menjadi pemersatu bangsa yang wilayahnya terbentang luas dari Sabang hingga Merauke dengan belasan ribu pulaunya. Pembangunan bandara- bandara dan fasilitas transportasi penghubung akan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia.

“Menyatukan antar daerah, antar kabupaten kota, antar provinsi, antar pulau, dan antar wilayah sehingga kita menjadi satu. Dari Halmahera bisa terbang ke Jakarta, Aceh, Kalimantan, juga bisa terbang ke timur ke Papua. Ini bisa menyatukan,” tandasnya. (Red)

Rustam gawa

Reporter: Rustam Gawa

1 KOMENTAR

  1. Bpk Presiden, lain kali, lewat jalur darat Haltim-Patani-Weda, spya bpk bisa lihat dan rasakan langsung bagaimana pembangunan infrakstruktur di Maluku Utara.
    Sayang sekali bpk Mentri BUMN tdk berkunjung ke Haltim utk bisa lihat langsung Pabrik Feronikel yg sudah 11 tahun lebih dibangun sampai skrang blum bisa operasi krna terhambat olh Power Plan.

    Sukses trus Cermin Halmahera, profesional dlm menyajikan berita ke masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here