Kades Geltoli Sediakan Lahan Kebun Percontohan Dan Tempat Jualan

921

Lahan Kebun Percontohan (Foto: Nehemia CH) 


BULI, CH- Tak ada hentinya, Kepala Desa Geltoli Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Herasmus Tatengkeng dalam membangun desanya. Pria paru baya ini terus bekerja demi kemajuan desa yang ia pimpin.

Setelah belum lama ini menurunkan dua alat berat untuk menatah jalan dan membersihkan sampah di dalam Desa Geltoli. Herasmus kembali melakukan gebrakan baru untuk persedian lahan kebun percontohan dan lahan untuk pejualan buah-buahan serta warung kopi.

Lahan yang disiapkan juga tidak jauh dari jalan umum, yakni di seputaran jalan masuk Gereja Central Buli, dengan tujuan bisa dilihat oleh banyak orang yang nantinya akan berkunjung ke tempat tersebut.

Herasmus saat berbincang-bincamg dengan Cermin Halmahera, di ruang kerjanya, Kamis (20/2/2020) mengatakan, Desa Geltoli memiliki potensi pendapatan Asli Desa (PAD) yang sangat menjanjikan. Sayangnya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah desa sebelumnya.

“Saya melihat ada peluang serta pendapatan untuk desa dan masyarakat, maka lahan kosong milik keluarga Tandean yang berada di samping Gereja Sentral dibongkar untuk kepentingan masyarakat dan desa,” katanya.

BACA JUGA  BLT 2021 Desa Loleolamo Selesai Disalurkan
Lahan Untuk Penjualan Buah-buahan Dan Kopi

Menurut Polote, sapaan akrab Herasmus ini, lahan yang disiapkan itu seluas setengah hektar untuk kebun percontohan yang akan di kelolah oleh PKK desa, untuk ditanami sayur-sayuran, jagung dan lainnya.
“Sedangkan untuk penjual buah-buahan serta warung kopi, pemerintah desa akan mempersiapkan semuanya, mulai dari tenda jualan, dan lampu, apabila ini semua sudah rampung maka akan ada peraturan desa (Perdes) yang mengaturnya,” jelasnya.

Selain untuk mengenjot PAD, lahan ini sengaja disiapkan agar warga di desa tersebut tidak lagi menjajakan buah-buahan di tepi jalan, karena dianggap mengganggu arus lalulintas.

Di sisi lain Polote juga berjanji akan membuka lahan baru seluas 1 hektar di areal Watileo untuk pemukiman warga. Lahan ini akan dibangun rumah untuk keluarga baru. “Karena sesuai dengan hasil temuan saya, dalam satu rumah dihuni oleh dua sampai tiga kepala keluarga, ini harus dipisahkan maka saya harus buka lahan untuk pemukiman baru,” janjinya. (Red)

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here