Kapal Ferry Dowora-Galala Tidak Beroperasi, Ini Dampaknya

KM. Maming Saat Bersandar di Pelabuhan Dowora

 

TIDORE, CH – Sudah sebulan, Kapal Ferry yang melayani rute dari Pelabuhan Dowora (Pulau Tidore) ke Pelabuhan Galala Sofifi dan sebaliknya tidak beroperasi. Hal ini disebabkan karena adanya kerusakan pada mesin kapal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, Marsaid Idris mengungkapkan, ada beberapa dampak akibat dari tidak beroperasinya kapal tersebut. Diantaranya menghambat upaya pemerintah menekan laju inflasi. Pelayanan dasar jasa pelayaran mudah dan murah bagi masyarakat terhenti. Serta tidak adanya Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ferry Penyebrangan Dowora Galala tak lagi beroperasi selama sebulan ini, mengakibatkan tidak ada pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) karena tidak ada aktivitas,” kata Marsaid saat ditemui baru-baru ini.

Dijelaskan Ferry KM. Kerapu 2 milik ASDP tidak beroperasi karena kerusakan mesin sejak 22 Desember dan baru diberitahukan ke Dinas perhubungan setempat, pada 31 Desember.

Sebagai pengantinya, Marsaid mengaku pihaknya menggantikan dengan KM. Mamin dengan tarif non subsidi. KM. Maming mulai beroperasi pada, 22 Januari 2024.

Untuk tarif penyeberangan dari Pelabuhan Dowora-Galala dan sebaliknya, yang diajukan kepada ASDP oleh Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, yakni penumpang Ek.B.dewasa Rp.26.600, Ek.B.bayi Rp.3.500.

Kendaraan Gol.I Rp.23.000. Gol.II Rp.51.000. Gol.III Rp.131.000. Gol.IV PNP Rp.351.000. Gol.IV BRG Rp.341.000. Gol.V PNP Rp.521.000. Gol V BRG Rp.511.000. Gol.VI PNP Rp.754.000. Gol.VI BRG Rp.789.000. Gol.VII Rp.1.256.000. Gol.VIII Rp. 1.510.000. Gol.IX Rp:4.077.00. Untuk barang diatas Kend. Ton/M3. Hewan /Sapi Rp:5.000.

Hal ini terlampir dalam keputusan kepala dinas perhubungan , nomor:550/717/06/SK/Dishub/2023. Tertanggal 30 November 2023. (Uca)

Show More
Back to top button