Keluarga Korban Desak Warga Peniti Tinggalkan Buli Sementara Waktu

2616

Rapat Para Kepala Desa Bersama Camat Dan Kelaurga Korban di Kantor Camat (Foto: Nehe CH)


BULI, CH- Warga Buli, khususnya keluarga korban penganiayaan, mendesak warga Peniti Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang berdomisili di wilayah Buli Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), untuk tinggalkan Buli.

Desakan keluarga korban ini, disampaikan dalam rapat para kepala desa bersama Camat Maba, Robert Barbakem dan warga, di Kantor Camat Maba, Selasa (13/4/2021).

Kepala Desa Wayafli, Yehuda Guslaw mengatakan, rapat ini untuk menyikapi desakan keluarga korban yang meminta warga Peniti dipulangkan ke kampung halaman sementara waktu.

“Keluarga korban meminta sampai pelaku sudah diamankan dan sudah meminta maaf kepada korban,  baru mereka (warga peniti) bisa kembali lagi ke Buli,” kata Yahuda.

Camat Maba, Robert Barbakem SH, mengatakan, persoalan ini sudah di tangani oleh pihak kepolisian. Yang dibahas saat ini, yakni desakan keluarga korban agar warga Desa Peniti yang berada di wilayah Buli untuk sementara waktu kembali ke kampung halaman.

BACA JUGA  Hindari Tabrakan, Mobil Avanza Masuk Jurang

“Ini juga harus dibahas, jangan sampai terjadi konflik baru,” ucap Robert.

Robert berjanji, akan melaporkan masalah ini ke Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, karena aksi penganiayaan yang terjadi di Desa Peniti, Minggu (10/4) masuk antar kabupaten.

Evakuasi warga Peniti dari Buli direncanakan, Kamis (15/4). Evakuasi ini disepakati oleh Kepala Desa Teluk Buli dan Buli Karya, yang menjadi tempat domisili oleh warga Peniti.

Dalam rapat ini juga disepakati, warga Peniti baru bisa kembali lagi ke Buli paska lebaran setelah ada pembicaraan lanjutan oleh pemerintah desa setempat.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, desakan keluarga korban ini disebabkan oleh 5 warga Buli, yang salah satunya anggota Polres Haltim ini, dianiaya oleh warga Peniti saat dari Desa Sakam menuju Desa Peniti dengan tujuan berburu. (Red)

Nehemia bustami
Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here