Kemendikbud-Ristek  Garap Film dan Musik Tradisi di Kota Tikep

176
Muh. Ade Soleman (Kemeja Putih) dan Ahmad Mahendra

TIDORE, CH – Kementerian pendidikan dan kebudayaan direktur perfilman musik dan media (Kemendikbud-ristek) berencana menggarap musik tradisional di Kota Tidore kepulauan (Tikep), Maluku Utara. Hal ini disampaikan langsung oleh pihak Kemendikbud-ristek, Ahmad Mahendra.

Ahmad Mahendra, selaku direktur perfilman musik dan media Kemdikbud-ristek saat di wawancarai oleh media ini, Rabu (6/10/2021) mengatakan, pihak Kemendikbud-ristek datang ke Tidore fokusnya ke musik tradisional. Musik tradisional ini kata Ahmad, perlu dikembangkan bagian dari masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Itulah kita mengajak teman-teman para seniman, para kreator yang ada di Tidore itu bergerak bersama untuk menggarap musik tradisi yang keterkaitan dengan sejarah Tidore dengan cerita cerita Tidore untuk digarap bersama untuk dijadikan sesuatu yang bisa di sajikan. Sehingga tidak hanya memperkenalkan secara alamnya, sejarah tetapi juga kebudayaannya,” kata Ahmad.

Ahmad Mahendra juga menjelaskan, musik tradisional yang digarap nanti tidak menghilangkan etnik dan nilai-nilai lokalnya. Untuk  itu menurut dia, keterlibatan anak-anak mudah menjadi sangat penting. Pihaknya akan menggarap satu cerita yang kombinasi film  dan musik tradisi.

BACA JUGA  Datang Ke Maitara, Asma Ismail Bagi Sembako Dari Rumah Ke Rumah

Dalam penggarapan film ini, lanjut Ahmad akan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, teman- teman musisi maupun penggarap Iven di Kota Tidore. Film ini nantinya akan tayang di tingkat nasional, Indonesian TV dan juga kanal budaya Kemdikbud-ristek tentang cerita kesultanan, benteng lewat music tradisi.

Sementara itu, Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tikep, M. Ade Suleman  juga mengatakan, musik tradisi merupakan 10 dari salah satu objek kemajuan kebudayaan.

“Ini kita mengimplementasikan musik tradisi melalui  program Kemendikbud. Jadi Tidore diberikan kesempatan untuk mengarap pertujukan musik dalam rangka melestarikan  musik tradisi tapi basisnya komunitas,” jelas Ade.

Ade Suleman juga menambahkan bahwa melalui program Kemendikbud-ristek ini pihaknya juga bisa mengendalikan budaya Tidore kepada generasi muda.

“Jadi torang ingin mendokumentasikan, merekam, membuat film, itu akan disebarakan ke komunitas yang lain supaya anak-anak mudah tau bahwa ini musik tradisi yang disajikan dalam medium baru di campur dengan musik kontemporer kemudian ada narasi dan sejarah,” ujarnya.

BACA JUGA  Kadistan Tikep Dan Organisasi Penelitian Pertanian Lakukan Sosialisasi 5 Jenis Tanaman

Perlu diketahui pembuatan film musik tradisi ini akan dilakukan secara daring.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here