Kepala DKP Malut Akui Hingga Saat Ini Belum Ada Bantuan Ke Nelayan di Gane

127
Kepala DKP Maluku Utara, Abdullah Assegaf

SOFIFI,CH – Potensi perikanan di wilayah Maluku Utara sangat menjanjikan. Hanya saja, para nelayan kurang mendapat perhatian, baik dari Pemerintah Propinsi maupun kabupaten dan kota.

Seperti yang dialami oleh para nelayan di Gane Barat maupun Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. Kurangnya perhatian dari pemerintah, membuat para nelayan lokal di daerah tersebut tidak bisa berbuat banyak.

kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Propinsi Maluku Utara (Malut), Abdullah Assagaf megakui, sampai saat ini nelayan lokal di wilayah Gane belum diberikan bantuan alat tangkap baik berupa perahu fiber, rompong  maupun alat tangkap lainya.

Abdullah beralasan, hal ini disebabkan karena kuranya adanya koordinasi dari DKP Kabupaten Halmahera Selatan ke DKP Maluku Utara. Padahal kata Abdullah,  setiap tahun ada bantuan untuk masyarakat nelayan.

“Ada beberapa kabupaten yang dinasnya salalu berkordinasi untuk bantuan para nelayan sementara Halsel sangat minim kordinasi terkait bantuan masyarakat nelayan,”kata Abdullah baru-baru ini di ruang kerjanya.

Lanjut Abdullah, Halmahera Selatan memiliki potensi laut yang cukup banyak, jika di bandingkan dengan kabupaten lainnya. Menurut dia, pemerintah sudah harus memberikan yang terbaik untuk nelayan sehingga dengan bantuan tersebut dapat membantu ekonomi mereka di bidang perikanan  di tengah kondisi Covid -19 seperti ini.

BACA JUGA  Ubaid-Anjas Resmi Dilantik, Ini Pesan Mereka

Abdullah meminta, agar pihak pemerintah tidak menyalahkan para nelayan lokal jika para nelayan lokal ini direkrut oleh para pengusaha Illegal Fhising.

“Jadi jangan kita salahkan nelayan, tapi bagaimana kita selaku istansi terkait dapat melakukan terobosan dengan cara jemput bola hingga dapat memenuhi kebutuhan para nelayan,” ujarnya.

Sementara itu, Udin salah satu nelayan asal Gane sesalkan DKP Halmahera Selatan. Sebab sudah berulang kali para nelayan mengajukan proposal bantuan alat tangkap, namun hingga saat ini tidak ada resopon balik.

“Sementara kehidupan kami sebagai masyarakat nelayan sangat membutuhkan bantuan pemerintah berupa sarana alat tangkap untuk membantu ekonomi kami dalam menghadapi Covid ini,” tuturnya.

Reporter: Yud
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here