Kesal Dengan Janji Pemda, Warga Tolak Keberadaan Asrama Mahasiswa Haltim di Yogyakarta

416
Warga Kampung Dusun Dukuhsari Saat Memasang Spanduk Penolakan Asrama Mahasiswa Haltim di Yogyakarta

HALTIM, CH- Bangunan Asrama Mahasiswa Halmahera Timur (Haltim) di Yogyakarta masih menyisahkan masaalah. Asrama yang sudah perna disegel beberapa tahun lalu itu, kini kembali mendapat penolakan dari warga setempat dengan alasan janji Pemerintah Kabupaten Haltim yang hingga saat ini tidak terealisasi.

Keberadaan asrama ini  tolak oleh warga Dusun Dukuhsari RT.08 /RW.02 Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta, tempat di mana bangunan asrama  itu berada, Minggu (9/1/2022). Warga terpaksa menyegel asrama tersebut karena ada oknum pejabat daerah yang telah menjanjikan akan memberikan kompensasi dana pembangunan asrama ke pengurus Kampung Dusun Dukuhsari.

Sayangnya, janji  yang disampaikan oleh oknum pejabat Haltim ke pengurus Kampung Dusun Dukuhsari, saat datang membeli tanah dan bangunan rumah asrama sejak 2015 itu hingga di awal 2022 ini belum juga terealisasi.

“Dengan ini, kami menyampaikan penolakan pembangunan dan keberadaan Asrama Mahasiswa Halmahera Timur yang berada di Dusun Dukuhsari. Kami sebagai warga pribumi di sini merasa tertipu dengan kompensasi dana pembangunan yang dijanjikan Pemda Halmahera Timur kepada pengurus Kampung Dusun Dukuhsari,” ujar, Suhartono, selaku pengurus Kampung Dusun Dukuhsari melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA  Salurkan Bantuan Ke Warga, Warnai HUT Satpam Di Buli

Persoalan asrama ini tidak hanya sampai di situ, Suhartono juga membeberkan, Pemerintah Daerah juga masih meninggalkan sisa hutang sebesar Rp. 24 juta ke salah satu warga penyedia bahan material untuk pembangunan asrama di 2018.

“Kami menolak asrama ini, hingga Pemerintah Halmahera Timur merealisasikan dana kompensasi yang dijanjikan, serta melunasi sisa hutang pengambilan bahan material bangunan disalah  satu warga kami,” tegas Suhartono.

Terpisah, Kepala Bagian Dokumentasi dan Komunikasi Pimpinan Pemda Haltim, Yusuf Thalib menjelaskan, waktu itu (saat pembelian tanah dan bangunan asrama) dia bersama Irawan Mabub yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Bagian Pepemerintahan serta Muhammad Zulkifli yang saat itu menjabat sebagai  salah satu kepala bidang di Bagian Pemerintahan.

Menurut Yusuf, pihaknya tidak menjanjikan soal dana kompensasi, melainkan berupa inisiatif dari mereka agar proyek  pembangunan Asrama Mahasiswa tersebut tidak mengalami kendala di lapangan. Lanjut Yusuf, dana inisiatif  itu sudah diberikan ke salah satu pengurus Kampung Dusun Dukuhsari pada saat itu juga.

BACA JUGA  Warga Lolobata Sambut Tahun Baru 2020 Dengan Zikir

“Jadi sudah diserahkan ke salah satu pengurus, karena kalau tidak diberikan (bangunan asrama)  tidak bisa dibanngun, bukan dana kompensasi tapi inisiatif,” jelas Yusuf melalui pesan WhatsApp, Senin (10/1).

Sementara menyangkut dengan sisa hutang pengambilan material bangunan sebesar Rp. 24 juta kata Yusuf, bukan tanggungjawab Pemerintah Daerah melainkan pihak kontraktor. Sebab Pemerintah Daerah telah selesai mencairkan anggaran proyek tersebut.

“Itu urusan  kontraktor, katanya akan diselesaikan setelah cair retensi 5 persen, tapi sampe sekarang belum diselesaikan,” sebutnya.

Sekedar diketahui, proyek bangunan asrama itu ditender oleh CV. Maba Karya Utama tertanggal  17 Oktober 2018 dengan sumber anggaran dari APBD Haltim sebesar Rp. 935 juta untuk pekerjaan tmbahan 6 unit  kamar.

Sebelumnya, pada 2019 asrama tersebut telah disegel Setiyawan Wibowo selaku pihak kedua yang mengerjakan proyek bangunan asrama tersebut. Penyegelan itu dilakukan karena pihak pertama dengan nama perusahaan CV. Maba Karya Utama selaku pemenang tender proyek pembangunan Asrama Mahasiswa Haltim di Yogyakarta saat itu belum membayar upah kerja senilai Rp. 100 juta.

Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here