Ketua HPMS Cabang Sanana Desak Pemda dan  DPRD Selesaikan Tapal Batas

214
Ketua HPMS Cabang Sanana, Halim Umafagur 

SANANA,  CH- Sengketa tapal batas antar desa di Kabupaten Kepulauan Sula masih saja menuai polemik di tengah masyarakat. Agar tidak menjadi persoalan yang  berkepanjangan,  Ketua HPMS Cabang Sanana, Halim Umafagur  meminta Pemerintah Daerah dan DPRD setempat segera mengambil sikap.

Kepada wartawan, Halim mendesak kepada Pemerintah Daerah dan DPRD segera duduk bersama untuk menyelesaikan batas desa. Sebab menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Saat di wawancarai oleh media ini,Jumat dia menilai hal ini perlu dibahas oleh Pemda dan DPRD kepsul

“Persoalan tapal batas ini perlu di bahas dan diselesaikan lebih cepat lebih bagus, contoh seperti yang terjadi sekarang di Pulau Mangoli Desa Capalulu dan Desa Wailoba, Desa Kou dan Desa Waitamela, Desa Auponia dan Desa Buya,” sebut Halim, (7/1/2022)

Bagi Halim, pihak DPRD suda harus melakukan sosialisasi di waktu kunjungan reses di ke desa-desa yang merupakan daerah pemilihan mereka. Mengingat di Sula persoalan tapal batas paling sensitif untuk di selesaikan.

BACA JUGA  YLBH Walima Hadir Berikan Bantuan Hukum Secara Gratis Kepada Warga Sula

Lebih jauh kata Halim, batas desa di Sula, warga lebih berpatokan dengan batas alam seperti sungai, gunung dan pohon besar. Selain itu warga setempat juga berpatokan pada cerita orang tua terhahulu.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Sula, Muhammad Natsir Umasangadji mengatakan, upaya penyelesaian tapal batas yang kerap menimbulkan konflik ini, sudah dibahas bersama Bagian Pemerintahan  pada beberapa bulan kemarin.

“Insya Allah masuk pada tahun Anggaran 2022 akan diusahakan agar persoalan tapal batas di Sula di selesaikan, dan ini seharusnya dibahas lebih cepat lebih bagus,” kata Muhammad.

Reporter: Karno Pora
Editor: Suhardi  Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here