Ketua Kwatak Minta Perjalanan 49 Kades ke Jakarta Diusut

TIDORE,CH –  Perjalanan 49 Kepala Desa beserta staf di Kota Tidore Kepulauan ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas Kepala desa beberapa waktu lalu, mendapat sorotan dari Ketua Komunitas Wartawan Tidore Kepulauan (Kwatak), Mardianto Musa.

Mardianto menilai anggaran yang dikeluarkan untuk 4 orang sebesar Rp.60 juta per desa itu justru sangat tidak wajar, karena ditotalkan sebesar Rp.2.940.000.000 yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).

“60 juta untuk 4 orang per desa itu tidak wajar, belum lagi Dinas yang membawa mereka ke Jakarta,”ungkapnya, Minggu (29/5/2022).

Anto panggilan panggilan akrabnya juga menduga perjalanan 49 kepala desa beserta staf itu juga turut membiayai dinas terkait yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Jangan-jangan dana itu juga ikut membiayai dinas terkait ke Jakarta,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya mendesak penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap penggunaan anggaran 49 Kepala Desa serta Staf ke Jakarat tersebut..

“Tidak sengaja ini, wajar dan perlu di lidik, saya mendesak kepada penegak hukum untuk memeriksa bukti pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara terperinci dan detail,”desaknya.

Lebih lanjut, kata Anto, sehingga praktek yang dugaan kuat modus  dalam kegiatan seperti ini tidak lagi terjadi serta Dinas terkait dan Kades juga harus dimintai keterangan.

Dia menambahkan, seharunya sangat mudah untul memperkuat para perangkat desa atas pemahaman administrasi tak perlu ramai-ramai ke Kementerian atau membutat Bimtek pemborosan seperti ini.

“Kegiatan ini bisa kita undang satu atau dua tenaga ahli dari Kementerian atau pihak kompoten untuk dilaksanakan di Tidore,”cetusnya.

Menurut Anto, dana ADD yang kemudian diperkuat pemerintah daerah yang masuk ke rekening kas daerah (RKD) untuk menunjang infastruktur dan operasional desa dalam penguatan kemajuan desa bukan dengan menyetor ke pihak lain dengan alih bimbingan teknis yang begitu menguras, kedepanya kegiatan seperti ini patuh dievaluasi.

Intinya minta penegak hukum periksa, ini praktek lama yang terus dimainkan. Dimana sebuah kegiatan dampaknya kecil biaya bengkak,” tambahnya.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

Show More
Back to top button