Kunjungan Presiden, 13 KK Di Halut Bakal Ngadu Soal Lahan Bandara

222

Presiden Jokowi Bersama Istri (Foto: Tempo)


TOBELO, CH – Rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Maluku Utara (Malut), bakal menjadi kesempatan emas bagi 13 kepala keluarga (KK), Desa Jati Kecamatan Kao yang mengklaim sebagi ahli waris pemilik lahan di areal bandara setempat.

Mereka berniat temui presiden untuk sampaikan status lahan bandara tersebut yang sampai detik ini masih bersengketa.
Rencana temui presiden RI oleh 13 KK juga dibenarkan Gilbert Tuwonaung, selaku kuasa hukum dari 13 KK tersebut.

Gilbert pun menyampaikan, bahwa kliennya sempat meminta untuk menemui presiden pada saat peresmian Bandara Kuabang Kao pada tanggal 25 Maret 2021 oleh presiden nanti.

“Iya 13 KK ingin sekali temui presiden dan tujuan ketemu adalah mengadukan nasib mereka kaitan lahan mereka yang sampai saat ini belum ada kejelasan,”katanya, Senin (22/3/2021)

Apabila diberikan kesempatan, lanjut Gilbert, pihaknya akan meminta presiden untuk membantu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Jika tidak diberikan kesempatan menemui presiden maka mereka akan kembali mengajukan gugatan ke pengadilan.

BACA JUGA  Kepala BKSDM Dan Camat Tidore Utara Saling Menyalahkan Soal Kegiatan Pembinaan Disiplin PNS

“Kami tentunya berharap bisa bertemu bapak presiden agar kami sampaikan secara langsung status lahan bandara Kuabang Kao ini”tukasnya

Sekedar diketahui, lahan bandara Kuabang Kao telah digugat oleh 13 KK ke Pengadilan Negeri (PN) Tobelo pada 2019 lalu. Namun putusan pengadilan, hakim memutuskan NO alias lahan tersebut tidak dimenangkan oleh pihak tergugat maupun penggugat, sehingga status lahan tersebut dikembangkan ke posisi semula yang tentunya masih dikuasai oleh negara. (Red)

Rustam gawa

Reporter: Rustam Gawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here