Mantan Kades Miaf Bantah Tuduhan Ketua BPD

311

Ilustrasi Penyalagunaan Anggaran


BULI, CH- Mantan Kepala Desa Miaf Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Hopni Guslaw membantah tuduhan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Marlon Pelupesy tentang menyalagunakan Dana Desa (DD) tahun 2018-2019.

Hopni mengaku, sejak menjabat sebagai kepala desa,  tidak pernah memegang DD setiap pencairan. Menurutnya, dana tersebut  dipegang oleh Yety selaku Bendahara Desa dan Sekertaris.

“Yang saya pegang hanya gaji dan uang operasional kades itupun hanya Rp. 1 atau 2 juta saja,” Hopni, saat ditemui wartawan di Buli Kecamatan Maba, Jumat (14/5/2021).

Terkait pengadaan bibit cengke dan ternak sapi, Hopni mengaku dananya sudah dicairkan. Hanya saja anggaran tersebut  dikelolah oleh bendahara dan sekertaris desa.

“Pada saat anggaran cair saya sampaikan kepada bendahara dan sekertaris agar jangan lupa bayar pajak Rp. 80 juta, namun tidak dibayar oleh bendahara,” katanya.

Selain pajak, Hotni mengaku sisa gaji untuk dia sebesar Rp. 85 juta selama 1 tahun 8 bulan juga tidak dibayar oleh bendahara. Persoalan ini juga sudah dilaporkan ke Polres Haltim, dengan hasil kesepakatan bendahara akan membayar melalui surat pernyataan di depan kepolisian pada 2019.

BACA JUGA  KP2KP Maba Gelar Bimtek Pelaporan SPT e-filing Di Kecamatan Maba

Mengaku tidak bersalah, Hotni pun menantang Ketua BPD. Dia tidak akan takut dan mempersilahkan kepada Ketua BPD untuk melaporkan dugaan penyalagunaan dana tersebut ke pihak yang berwajib.

“Silahkan Ketua BPD melaporkan dimana saja, saya siap untuk dipanggil dan nanti kita lihat,” tantangnya.

Hotni menilai, apa yang disampaikan oleh Ketua BPD melalui media ini beberapa hari lalu itu, adalah untuk menggagalkan  niat Hotni  untuk ikut calon kepala desa di tahunini. (Red)
Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here