OKP di Sula Gabung Jurus “Serbu” Kantor DPRD

78

Aksi BBM di Kepulauan Sula

SANANA, CH – Aksi protes soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah Pusat masih terus disuarakan oleh sejumlah lembaga di sejumlah daerah. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Sula.

Aksi kali ini, sejumlah lembaga atau Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di Kabupaten Kepulauan Sula ikut bergabung. Diantaranya, PMII, GMNI, LMND,  IMM, dan KAMMI.

Lima lembaga ini berunjuk rasa mulai dari
Pasar dan titik central di Kantor DPRD Kepulauan Sula pada, Senin, (12/ 09 /2022).

Ketua GMNI Kepulauan Sula, Riski Leko menyampaikan, naiknya harga BBM ini adalah bentuk peralihan isu terkait dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Irjen Feredy Sambo terhadap Brigadir Nopriansya Yosua Hutabarat Alias Brigadir J.

Sementara itu Koordinator Aksi, Jisman Leko mengatakan, kenaikan BBM ini sangat menyengsarakan rakyat terutama masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Jisman, juga menuntut kepada Pemda Sula dalam hal ini Bupati, Fifian Adeningsi Mus segera mengevaluasi Kepala Dinas Perindagkop, Djena Tidore karena dianggap tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ada di pasar.

BACA JUGA  Sejumlah Desa di Kepulauan Sula Kembali Diterjang Banjir

Amatan CH2M News, masa aksi ingin menerebos masuk ke dalam Kantor DPRD hingga sempat bersitegang dengan aparat keamanan. Namun, informasi yang didapatkan dari masa aksi, tidak ada satu pun anggota DPRD yang berkantor.

Masa aksi kemudian membakar ban mobil bekas di depan kantor DPRD sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga BBM, serta kecewa terhadap anggota DPRD yang tidak berada di kantor.

Reporter: K-P
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here