Organda Tikep Gelar Aksi Mogok Beroperasi

TIDORE, CH– Sopir angkutan kota yang tergabung dalam Organisasi Kendaraan Angkatan Darat (Organda) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara menggelar aksi mogok beroperasi. Mereka memprotes keputusan Pemerintah Kota Tikep terkait penyesuaian tarif angkot sebagaimana  Surat Keputusan (SK) Walikota nomor 127.2 tahun 2021.

Para sopir ini menggelar aksi di Terminal Soasio dan Terminal Rum. Aksi yang berlangsung pada, Kamis (11/11/2021) ini membuat aktifitas masyarakat ikut terganggu, lantaran tidak ada mobil angkot yang beroperasi untuk melayani penumpang.

Organda menilai besaran tarif angkot yang ditetapkan Rp.14. 980.00 berdasarkan SK Walikota tidak sesuai dengan keinginan Organda yang menetapkan Rp. 15 ribu per orang dari Terminal Soasio ke Terminal Rum.

Dalam aksi tersebut Organda  diundang melakukan pertemuan  dengan Dinas Perhubungan untuk mencari kesepakatan harga yang sudah dikeluarkan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa kesepakatan tentang tarif angkutan umum, yakni terkait tarif di ambang atas dan bawah.

“Ada tiga poin yang dibicarakan dalam pertemuan dengan Organda itu, tarif atas dan tarif bawah, perilaku sopir dengan kelengkapan lain, maupun para penumpang harus pada posisi aman, dan nyaman,”ungkap Daud usai menggelar pertemuan dengan Organda yang didampingi Kasat Lantas Polres Tikep Julaiha Dokumalamo, Kamis, (11/11/2021).

Mesti begitu, kata Daud, berkaitan dengan angka tarif sopir angkut ini, sebelumnya mereka menggelar aksi tentang tarif angkot Soasio-Rum sebesar Rp. 10.000 per orang untuk  dinaikan Rp. 15.000. Untuk  itu, pihak Dishub melakukan kajian dengan tim teknis, yakni dari angka Rp.15.000 sesuai hitungan dari tanjung  Saosio berdasarkan jarak 22 km.

“Kalau kita tarik mundur dari terminal ternyata 5 km dari googlemap ditetapkan Rp. 4.799.000,”Kata Daud.

“Yang disepakati pertemuan tadi tetap Rp.14. 980.00  secara umum. Untuk pelajar harganya tidak naik tetap Rp.3.900. Kalau ambang bawahnya dihtung 1-4 km pada posisi kenaikannya dia sampai 500-1000 rupiah,”jelasnya.

Dengan demikian kata Daud, tarif yang ditetapkan melalui SK Walikota pada Oktober lalu tidak mengalami perubahan. Dihitung bedasarkan per kilo meter, misalnya dari Rp 6.500 naik menjadi Rp. 7.000. Ia menjelaskan, dilihat dari tingkat partisipasi pengguna jasa dari tahun ke tahun, mulai dari SK tahun 2016 mengalami peningkatan, tetapi melalui tahapan.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Tikep, Amir Soleman, mengatakan pihaknya telah menerima hasil keputusan rapat dengan harga tarif yang sudah ditetapkan berdasarkan SK Walikota.

“Kami menerima hasil kesepakatan tarif angkot dan dijamin tidak lagi melakukan aksi mogok terhadap kenaikan harga angkot,”ujarnya.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

Show More
Back to top button