Paska Gempa di Halsel, 4 Warga Korban, Ratusan Bangunan Rusak Berat

490

Kerusakan rumah di Desa Joronga

MABA, Ch-Paska Gempa Bumi yang terjadi, Minggu (14/7/2019) membawa duka bagi warga di Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara. Gempa dengan kekuatan 7,2 SR itu menyebabkan 4 warga korban dan ratusan bangunan mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan data yang diperoleh Media Cermin Halmahera hingga pada pukul 14.00 wit, Senin (15/7/2019) korban  meninggal dunia sebanyak 3 orang, yakni Aisyah (54) asal Desa Ranga-Ranga Kecamatan Gane Barat Selatan, Aspar Mukmat (20) Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Timur Selatan,  Sagaf Girato warga Desa Yomen Kecamatan Joronga, dan  1 korban bayi atas nama Muhammad Rivai (3 bulan) asal Desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan.

Sementara data kerusakan bangunan yang dihimpun Cermin Halmahera sebanyak 778  baik rumah maupun fasilitas umum. Data kerusakan bangunan yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Halsel, kerusakan rumah warga tersebar di sejumlah desa di wilayah Gane dan Bacan diantaranya di Desa Ranga-Ranga 300 unit, Desa Gane Dalam 380 unit, Desa Sawat 6 unit, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuo 10 unit, Desa Liaro 20 unit, Desa Tomara 40 unit dan Desa Tanjung Jere 2 unit. Dari total rumah warga ini dalam kondisi rusak berat.

BACA JUGA  Miris, Proses Belajar Mengajar di SMA 5 Halsel Memprihatinkan, Dikbud Malut Terkesan Tutup Mata

Kerusakan lain di Desa Ranga-Ranga terdapat 2 unit sekolah mengalami rusak berat dan satu unit rumah ibadah gereja rusak berat. Sedangkan di Desa Gane Luar 3 unit sekolah rusak berat dan 1 unit masjid rusak berat.

Total kerusakan :
1.) 768 Rumah
2.) 5 Unit bangunan sekolah
3.) 2 jembatan penghubung  putus
4.) 2 Unit tempat ibadah (Masjid dan Gereja)
5.) 1 Ruang tunggu pelabuhan.

Sementara itu  jumlah pengungsi,  Di Masjid Raya Halsel sebanyak 25 orang sebelumnya 400 orang, warga sebagian sudah kembali kerumah masing-masing. Di Aula Kantor Bupati Halsel sebanyak 10 orang sebelumnya sekitar 80 orang, warga sebagian sudah kembali kerimah masing-masing. Di Kantor DPRD Halsel nihil (warga sudah kembali ke rumah masing-masing). Di desa Ranga Ranga Kecamatan Gane Timur Selatan sekitar 100 orang warga mengungsi didataran tinggi. Di desa Doworo Kecamatan Gane Barat Selatan sekitar 80 orang (warga mengungsi didataran tinggi)

“Sekitar pukul 10.40 WIT, Tim Terpadu Kabupaten Halsel terdiri dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Dinkes, Dinsos, PUPR, Satpol PP, BMKG dan PMI  berangkat menuju wilayah Gane dan Bacan bagian Timur atau di daerah-daerah yang terkena dampak gempa untuk mendata kerusakan bangunan maupun korban, serta untuk memberi bantuan seperti terpal, tiker, makanan,minuman dan obat-obatan,” dekian informasi yang dirilis oleh BPBD Halsel.

BACA JUGA  Soal Berita Opini, Kades Laluin Arahkan Masa Untuk Serang Wartawan

Upaya Pemda Halsel saat ini,  membentuk tim terpadu dan posko penanganan bencana alam, menyiapkan tempat pengungsian dan tenaga medis, mengecek langsung wilayah dampak gempa.

Data korban dan kerusakan bangunan ini belum terdeteksi secara keseluruhan,  disebabkan karena kendala jaringan komunikasi yang belum terakses ke sebagian wilayah Gane. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here