Paslon SALAMAT Disambut Ribuan Warga Di Tanah Raja Delo Tomalou

726

Ribuan Warga Saat Menghadiri Acara Silaturahmi Paslon SALAMAT (Foto: Musa CH)


TIDORE, CH – Silaturahmi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan (Tikep) Salahuddin Adriaa- Muhammad Djabir Taha di Tanah Raja Delo Kelurahan Tomalou mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat serta sipantisan dan relawan.

Pasangan dengan jargon SALAMAT itu, saat tiba di Kelurahan Tomalou, disambut ribuan warga dan diarak menuju lokasi acara di dermaga RW 01 Kelurahan Tomalou.

Ketua Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT), Ismanto dalam orasinya dihadapan bakal calon dan tim pemenangan menegaskan, Kelurahan Tomalou saat ini masih banyak kekurangan yang perlu ada campur tangan pemerintah. Meski disatu sisi, beberapa bulan terakhir warga membuat terobosan dengan membangun jalan mulai dari RW 01 sampai RW 05 menggunakan dana swadaya masyarakat.

”Tomalou yang di kenal dengan Kampung Nelayan yang pernah berjaya pada beberapa tahun lalu kini semua tinggal cerita, tidak adanya sentuhan dari pemerintah kota saat ini, sehingga mata pencarian masyarakat Kelurahan Tomalou sebagai nelayan diibaratkan seperti kata pepatah hidup enggan mati tak mau,”ungkap, Ismanto, Selasa (22/9/2020) malam.

Untuk itu, dirinya berharap melalui momentum pesta demokrasi ini, masyarakat harus cerdas memilih pemimpin yang dapat memperhatikan masyarakat.

”lewat momentum ini saya meminta kepada seluruh masyarakat Tomalou sudah saatnya kita memilih pemimpin yang mau memperhatikan kampung kita, pemimpin yang mau bekerja tulus dan iklas, bukan pemimpin yang gemar membuat pencitraan semata,”harapnya.

Dirinya menceritakan, pada pergelaran Festifal Kampung Nelayang yang telah di gelar pada bulan maret lalu, secara langsung menggambarkan kepada masyarakat seperti apa keterpihakan pemerintah saat ini terhadap festival yang digelar.

”olehnya itu, suda saatnya kita membuka mata dan pikiran kita, insya Allah SALAMAT siap berikan solusi untuk Tomalou kedepan lebih baik lagi, mari kita semua satukan barisan untuk sama-sama 9 desember nanti, cuma hanya ada SALAMAT,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua PKB Tikep Murad Polisiri saat memberikan orasi politiknya menggambarkan bagaimana masa kepemimpinan Salahuddin Adrias bersama Mahifa. Murad mengatakan, Mahifa bersama Salahuddin waktu kepemimpinan telah meletakan pertama pembangunan.

BACA JUGA  Hadapi SALAMAT Di MK, KPU Tikep Buka Kotak Suara

Sepak terjang Salahuddin tidak perlu diragukan lagi, dengan APBD hanya kisaran Rp 500 Miliar sudah banyak bukti pembangunan yang terlihat.

”Tapi sayangnya, 5 tahun terakhir ini harapan pembangunan masih jauh dari yang kita harapkan. Lima tahun kita hidup dalam tekanan, dan suda 5 tahun kita hidup dalam ketertinggalan. Saat ini Kota Tidore Kepulauan kalah bersaing dengan daerah daerah lain yang ada di Maluku Utara, seperti Ternate, Morotai dan Halmahera Utara,” sebutnya.

Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat Tomalou agar 9 Desember nanti bisa memberikan kepercayaan untuk SALAMAT. “Saya yakin dan percaya, dengan kehadiran dan semangat yang murni masyarakat Tomalou pada malam hari ini, ini membuktikan bahwa masyarakat Tomalou sudah cerdas, sekaligus memberikan bukti terhadap perlawanan rezim pemerintahan saat ini. Insya Allah 9 Desember kita sama-sama menangkan SALAMAT,” harapnya.

Senada juga disampaikan oleh Ketua Demokrat Tikep, Ridwan Moh Yamin. Menurutnya, jika Kota Tikep di pimpin oleh orang yang baik maka saat ini Kota Tikep suda akan jauh lebih baik.

“Tapi apa yang kita liat saat ini, Kota Tidore Kepulauan menjadi kota kecil yang tertinggal, semua ini karena susunan dan tata kelola dari pemimpin yang tidak mengerti dan tidak serius dalam membangun Kota Tidore Kepulauan sehingga Kota Tidore sampai saat ini masih menjadi kota yang tertinggal,” tegasnya.

Berkaca pada pengalaman lima tahun terakhir ini, Ridwan meminta masyarakat sudah harus membuka mata dan pikiran untuk menentukan pilihan kepada pemimpin yang benar-benar mempunyai niat yang bersih.
”Untuk itu tidak ada kata lain selain lawan dan lawan. Sudah saatnya kita berbenah diri, jadikan 5 tahun yang lalu sebagai pengalaman pahit dan suda saatnya memilih pemimpin yang mau dan peduli terhadap pembangun, bukan peduli karena sebuah kepentingan. Insya Allah SALAMAT siap berikan solusi bukan janji,”terangnya.

Sementara itu Ketua PPP Tikep, Haris serta Ketua Golkar Tikep Suldin Falabesy juga mengatakan hal yang sama seperti yang disampaikan Murad Polisi serta Ridwan Moh yamin.

BACA JUGA  Bawaslu Haltim Diduga Lindungi Paslon Monas

Sementara itu Ketua Gerindra Tikep, Jubaeda Kamal yang juga tokoh masyarakat Tomalou mengatakan sudah saatnya Tomalou kembali ke kejayaan sebagai salah satu kampung nelayan terbesar seperti beberapa tahun silam.

”Untuk itu, SALAMAT hadir akan berikan solusi. SALAMAT punya niat membangun dengan tulus. Untuk itu, dengan komitmen kita bersama saat ini, insya Allah 9 desember satu suara kita untuk SALAMAT,”harapnya.

Sementara itu, bakal calon wakil Walikota Tikep Muhammad Djabir Taha dalam orasinya sangat memgapresiasi kehadiran masyarakat Tomalou. “Ini sangat luar biasa. Tidak bisa menyangka simpatisan dan relawan yang hadir malam ini. Pada kesempatan ini saya meminta restu dan doa, agar kiranya memberikan doa dan dukungan pada 9 desember nanti. Insya Allah amanah, jika jatuh ke saya dan Pak Salahuddin, harapan masyarakat Tomalou dan masyarakat lainya kami berjanji tidak pernah mengecewakan,” kata Muhammad Goyoba sapaan akrab Muhammad Djabir Taha.

Sementara itu, Calon Wali Kota Tikep Salahuddin Adrias juga menyampaikan hal yang sama. Salahuddin bahkan mengaku jika terpilih, dirinya siap berkomitmen mengembalikan kejayaan Tomalou sebagai kampung nelayan.
”Termasuk juga menjadikan FKNT sebagai even kalender tahun Pemkot Tikep maupun nasional nanti. saya bersama bapak Muhammad Djabir Taha mempunyai cita cita yang amat besar yakni memajukan kota Tidore Kepulauan agar menjadi lebih baik lagi. kerena menurut pandangan kami kota Tidore yang saat ini masih jauh tertinggal di bandingkan dengan kota yang ada di luar sana,”ungkapnya.

Selain itu, Salahuddin berencana jika terpilih seluruh masjid yang ada di Kota Tidore, listriknya akan dibiayai oleh pemerintah. ”Hal ini dilakukan agar masjid ini bisa dihidupkan dengan dakwah-dakwah, agar daerah kita ini diberikan kesalamatan. Bukan hanya itu saja, masih banyak target program besar kami yang tentunya seluruh untuk kesejahteraan masyarakat, baik kesehatan, pendidikam maupun pemerataan pembangunan,” pungkasnya.(Red)

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here