Pelaksanaan FTJ 2021 Di Halbar Kembali Terancam

174

Kepala Dinas Pariwisata Pemda Halbar, Fenny Kiat (Foto: Riko CH)


HALBAR, CH – Pelaksanaan Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2021, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Maluku Utara (Malut) belum bisa dipastikan. Pasalnya, penyebaran Covid-19 yang masih saja terus menghantui masyarakat.

Sebelumnya pada 2020, FTJ juga tidak dilaksanakan karena anggaranya dialihkan ke penanganan Covid-19.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Halbar, Fenny Kiat menuturkan, untuk FTJ di tahun ini belum bisa dipastikan untuk dilaksnakan atau tidak.

“Kita belum bisa pastikan jalan atau tidak, karena saat ini masih dalam kondisi Covid 19,” kata Fenny saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/2).

Untuk alokasi anggaran sudah disiapkan. Hanya saja masih menungggu pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih 2020 untuk membicarakan kegiatan tersebut.

“FTJ ini kita akan laksanakan, yang terpenting masyarakat bisa senang, tetapi kita masih berkordinasi dengan Bupati. Apabila disetujui baru akan kita siapkan konsepnya seperti apa,” ujarnya.

Jika disetujui, kata Fenny konsepnya akan berbeda dengan pelaksanan FTJ di tahun-tahun sebelumnya. Penyajian kegiatan akan dilaksanakan secara offline atau secara online.

BACA JUGA  Inpektorat Halbar Minta Pimpinan SKPD Koperatif 

“Pendemi Covid yang belum selesai tidak mungkin kita gelar acara dengan orang yang cukup banyak takutnya nanti jadi klaster baru dan justru menjadi bumerang untuk parawisata, makanya sementara ini masi di boboti lagi konsepnya apakah penyajiaannya secara oflain atau secara onlain yang firtual-firtual,” tukasnya.

Lanjut Fenny, pihaknya juga bakal
membangun kordinasi dengan Gugus Tugas Covid 19 untuk membackup masyarakat, serta berkoordinasi dengan kepolisian untuk bisa mendapatkan rekomendasi izin keramaian.

Sementara untuk aitem kegiatan yang akan ditampilkan pada FTJ nanti, yakni
penampilan ritual FIGO FIMOLO sebagai pembukaan FTJ, dimana para konstenstan mengililingi Pulau Babullah dengan ziarah dan baca doa. Lomba tarian tradisional, teater kuliner 7 suku, densi ginisantet, lomba renang, lomba diving dari Dinas Perkinanan dan Kelautan dan pesta tani dari Dinas Pertanian.

“Sesungguhmya FTJ dimaksudkan untuk memperkenalkan seluruh potensi unggulan yang ada di Halmahera Barat. Orang datang ke sini (Jailolo) untuk mengenal lebih jauh apa yang di miliki Halmahera Barat,” tutupnya. (Red)

BACA JUGA  Alumni Angkatan 1990, SMP Negeri Susupu Bakal Gelar Reuni Akbar

Riko Noho

Reporter: Riko Noho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here