Pelaku Pembunuhan Warga Waci Terancam Hukuman Mati

995

Pelaku Dan Barang Bukti Saat Dibeberkan OLeh Polres Haltim Melalui Konfrensi Pers

MABA, CH- Para pelaku pembunuhan terhadap warga Waci Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera TImur (Haltim) yang berhasil ditetapkan sebagai tersangka  oleh Polres Haltim terancam hukuman mati.

Enam tersangka yang berhasil dibekuk oleh personil gabungan dari Polres Haltim dengan inisial HL, AG, RT, ST, TH dan AB ini dikenakan  Pasal 340, 380, 351  ayat 1 junto pasal 55 ayat 1 (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

“Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun,” kata Kapolres Haltim, AKBP Driyano A. Ibrahim SH,S.IK dalam konfrensi pers yang berlangsung di Kantor Polres, Senin, (26/8/2019).

Selain 6 orang yang sudah ditangkap, Polres Haltim masih memburu 8 terduga pelaku yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yakni BD, TS, BN, HB, A, BM, A, dan TB.

BACA JUGA  Satu Lagi Tiang Bendera HUT RI Berhasil Ditemukan

Menurut kapolres, penangkapan terhadap pelaku ini berawal dari penangkapan salah satu pelaku yakni HL di kebun warga, yang berada di belakang Desa Maba Sangaji  pada tanggal 17 Agustus 2019. “Berkat atas informasi yang diberikan oleh salah satu saksi korban yang selamat,” akunya.

Lanjut kapolres, pembunuhan ini tidak didasari oleh unsur politik, melainkan pembunuhan murni karena perebutan wilayah perburuan di hutan belantara antara Kabupaten Haltim-Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).”Jadi sejauh ini belum ada motif lain kecuali persoalan wilayah itu,”jelasnya

Peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Mei 2019 lalu itu menyebabkan Karim Abdurahman (56), Yusuf Halim (34) dan Habibu Salatun (62) meninggal dunia, sementara  Halim Difa (53) mengalami luka panah di kedua kaki dan Harun Muharam (36) korban selamat melarikan diri. (Tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here