Pelaku Persetubuhan Dengan Kedok Pengobatan Divonis 15 Tahun Penjara

387
Kantor Pengadilan Negeri Sanana

SANANA,CH- SS alias Safrudin, tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur  terbukti bersalah. Dia akhirnya di vonis 15 tahun penjera oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sanan Kabupaten Kepulauan Sula pada persidangan yang berlangsung, Kamis (13/1/2022).

Dalam fakta persidangan diketahui terdakwa melakukan perbuatannya dengan modus, membuka praktek berkedok pengobatan dikamar kos terdakwa yang berada di Desa Mangega Kecamatan Sanana Utara.

Kasus ini terjadi pada Februari 2019. Saat itu, korban WU yang masih di bawah umur mengeluh sakit kepada orang tua angkatnya. Kemudian diajak berobat ke tempat prakter terdakwa. Pada saat pengobatan terjadi, terdakwa melakukan aksi persetubuhan terhadap korban.

Terdakwa telah melakukan perbuatan tersebut kepada lebih dari satu orang, namun yang melaporkan kejadian tersebut hanyalah WU. Praktek berkedok pengobatan yang dIlakukan oleh terdakwa tersebut juga tidak memiliki dasar dan legalitas dari pemerintah.

Putusan majelis hakim terhadap terdakwa dengan  nomor 53/Pid.Sus/2021/PNN.Snn berdasarkan tuntutan dari penuntut umum yang dibacakan oleh Emanuel Chadra NZ, S.H,M.H pada tanggal 27 Desember tahun 2021 dengar amar tuntutan pidana penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp. 100 juta.

BACA JUGA  Gereja Pusat GMIH Tobelo Ludes Dilalap Si Jago Merah

Dalam amar putusan juga disebutkan, jika terdakwa tidak membayar denda maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan dengan pertimbangan terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Putusan terhadap terdakwa juga untuk memberikan efek jera kepada pelaku perbuatan kekerasan seksual terhadap anak meningkat di Kabupaten Kepuluan Sula.

Terdakwa melanggar pasal 81 ayat (2) undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 Jo, dan Undang-undang nomor 23 tahun 2022 Tentang perlindungan anak dengan menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun denda sebesar 1 miliyar.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa dan penasehat hukum bersama penuntut umum menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding atau tidak.

Kepala seksi perdata dan tata usaha (Kasi Datun) sekaligus Plt. Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kepuluan Sula, Bagas Andi Setiyawan saat dikonfirmasi membenarkan siaran pers atas kasus tersebut dan terdakwa telah ditahan oleh Hakim.

“Ia benar sesuai dalam siaran Pers, status tahanannya oleh hakim,”kata Bagas kepada media ini.

Reporter: Karno  Pora
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here