Pemdes dan BPD Saketa Memanas Saat Rakor Penyaluran BLT

361

Suasana Rapat

HALSEL, CH – Rapat koordinasi penyaluran (rakor) Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh Pemerintah Desa Saketa Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan memanas.

Rapat yang berlangsung di Kantor Desa Saketa, Rabu (29/6/2022) ini memanas setelah Sekertaris Desa, Muhammad Tambipesy membahas soal 40 persen Dana Desa (DD) yang diperuntukkan untuk BLT.

Dalam pembahasan itu disebutkan, sebagian dana BLT dibijaki untuk total dana BLT sebesar Rp. 400 juta. Hasil verifikasi data jumlah penerima BLT 118 Kepala Keluarga (KK).

Sayangnya dari jumlah penerima itu hanya 60 KK yang akan menerima BLT. Sementara hak puluhan KK lainya dibijaki oleh Pemerintah Desa untuk disumbangkan ke Masjid dan sebagainya untuk pembangunan fisik dalam desa.

Mendengar hal itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Muamar Tuheteru angkat suara. Menurutnya, Pemerintah Desa keliru dalam melakukan pendataan dan ferivikasi yang terkesan sepihak tanpa adanya kordinasi yang baik BPD.

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut oleh pemerintah pusat tujuannya di peruntukan oleh masyarakat secara tunai, bukan sampai ke desa kemudian pemerintah desa bijaki lain untuk peruntukan pekerjaan fisik,” ujarnya dengan nada tinggi.

BACA JUGA  Kuker ke Kayoa Selatan, Ini Yang Disampaikan Bupati Usman Sidik

Lanjut dia, sangat fatal jika dana BLT dialihkan ke fisik. Sebab dana BLT sudah jelas milik masyarakat. Bahkan kata dia, pembangunan fisik sudah ada anggaran khusus, bukan diambil dari dana BLT.

“Jadi perlu adanya pendataan ulang secara baik sehingga masyarakat yang berhak menerima tidak menjadi korban setiap kali adanya pembagian BLT. Ini sangat disayangkan kalau hal tersebut terus berjalan tanpa adanya ketegasan dari pihak DPMD dan Inspektorat,” imbuhnya.

Bendahara Desa, Badarudin Togubu menjelaskan, maksud dan tujuan pemerintah desa mengambil kebijakan ini untuk kepentingan umum yang di dalamnya adalah untuk masyarakat.

“Kebijakan terkait bantuan langsung tunai (BLT) tersebut diantaranya Masjid Raya Saketa dan saluran (got) di Dusun Loleba yang mana setiap hujan deras pasti terjadi banjir dan rumah warga menjadi sasaran,” jelas Badarudin.

Perlu diketahu rapat yang ikut dihadiri oleh pihak kepolisan dan TNI (Babinsa), tokoh masyarakat, agama dan pemuda ini tidak ada hasil akhir. Rapat dipending dan akan dilanjutkan pada waktu yang tidak ditentukan. (Yud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here