Pemdes Yeisowo Bantah Buat Laporan Fiktif

452

Bendahara Yeisowo,  Sahadi Merek (Kaos Biru), Operator Desa, Ismail Talangami (Jaket)

MABA, CH-  Laporan warga tentang pembuatan laporan fiktif oleh Pemerintah Desa Yeisowo Kecamatan Patani Selatan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), akhirnya dibantah oleh pemerintah desa setempat. 

Dugaan laporan fiktif tentang proyek pembuatan rompong untuk mencairkan Dana Desa (DD)  tahap II tahun anggaran 2019 itu dibantah langsung oleh Bendahara Desa Yeisowo, Sahadi Merek. 

Sahadi yang didampingi operator desa, Ismail Talangami menjelaskan, proyek rompong tersebut belum selesai dikerjakan karena dianggarkan dalam dua tahap. Tahap satu Rp. 46 juta dengan progres pekerjaan pengadaan material, dan tahap dua Rp. 54 juta untuk tahap penyelesaian. “Jadi tidak ada laporan fiktif, karena rompong baru akan selesai melalui anggaran tahap dua. Dan jumlah total anggaran Rp. 100 juta, bukan Rp. 150 juta,” bantah Sahadi, saat bertandang ke kediaman wartawan,  Jumat (22/11) malam. 

Sahadi juga mengaku, sisa upah kerja material rompong sebesar Rp. 4 juta dari total Rp. 13 juta sudah terbayar lunas.  Pembuatan rompong itu sendiri disesuaikan dengan potensi perikanan yang ada di laut desa tersebut.  Rompong ini diharapkan akan menambah pendapatan asli desa (PAD). 

BACA JUGA  Pemdes Yeisowo Diduga Buat Laporan Fiktif Untuk Cairkan Dana Tahap II

Sebelumnya menurut Sahadi, pihaknya telah melakukan uji coba terhadap rompong milik Ical dan Arton nelayan setempat selama kurang lebih dua bulan, dan hasilnya sangat menjanjikan. “PAD Yeisowo yang sebelumnya hanya 40 persen dari BUMDES dan Rumah Anyam Ibu-Ibu, naik menjadi 45 persen setelah melakukan uji coba rompong milik Ical dan Artor,” jelasnya. (Red) 

Reporter: Saleh Abuya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here