Pemerintah Kota Tidore Terus Berupaya Mengatasi Debu Batu Bara Di Kelurahan Rum Balibunga

21

Abdul Hakim Adjam, Saat Memimpin Rapat

TIDORE, CH – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus berupaya mengatasi dampak debu batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kelurahan Rum Balibunga.

Ini disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, yang juga selaku Ketua Tim Terpadu Penanganan Dampak Lingkungan PLTU, saat pemimpin rapat pemantapan hasil laporan pengawasan dampak PLTU, di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (21/9/2022).

Mengawali arahannya, Abdul Hakim Adjam mengatakan, sebelum masuk pada pembahasan laporan hasil pengawasan, rapat hari ini juga sekaligus mengevaluasi hasil peninjauan kerusakan atau abnormal mesin PLTU, yang terjadi pada bulan Mei dan bulan Agustus lalu. Kondisi abnormal mesin PLTU ini juga diawasi oleh tim pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup, berdasarkan surat pemberitahuan dari pihak PLTU.

“Atas kondisi abnormal mesin PLTU inilah, tim terpadu dibentuk, selain melakukan pengawasan, kami tim terpadu penanganan dampak lingkungan PLTU juga turun melihat langusung proses maintenance atau perbaikan mesin yang abnormal, agar dapat membicarakan solusi penanganan dampaknya bersama pihak PLTU,” Tutur Abdul Hakim.

BACA JUGA  Gelar Bukber Bersama, Ini Harapan Kepala SMA Negeri 6 Tikep

Lebih lanjut, Abdul Hakim Adjam menambahkan, sebagaimana kondisi abnormal yang terjadi pada mesin 1 dan mesin 2, pihak PLTU juga telah menginformasikan kepada masyarakat terkait dengan kondisi abnormal yang terjadi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk koordinasi, agar masyarakat juga turut mengetahuai kondisi yang terjadi di lapangan.

Sementara itu, Rektor Universitas Nuku, Idris Sudin dalam rapat tersebut mengatakan, ketika situasi abnormalnya muncul, tentu kenyamanan masyarakat terganggu, berkaitan dengan itu, situasi ini akan stabil.

“Asumsinya cuma satu, yaitu pengoperasian mesinnya sesuai dengan standar operasional prosedur terpelihara, dan karena itu, PLTU harus mampu menjamin ketersediaan suku cadang yang berpotensi cepat rusak seperti back filter misalnya,” Ucap Idris.

Rapat tersebut, dilanjutkan dengan pembahasan secara detail laporan hasil pengawasan Tim Terpadu Penanganan Dampak Lingkungan PLTU yang disusun oleh Dinas Lingkungan Hidup. Laporan tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan setelah rampung dikaji.

Dalam rapat tersebut juga diinformasikan bahwa, pada tanggal 27 September 2022 pekan depan, rencananya Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan akan meresmikan pilot project rumah berbahan dasar FABA di Kelurahan Rum Balibunga. (Hms/Uca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here