Pemilik APMS Bongkar Kebohongan Oknum Kades Modapia dan Pengecer

48
Ilustrasi BBM

SANANA, CH- Carut marut penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar oleh Pemerintah Desa Modapia Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, untuk mesin listrik desa (lisdes) akhirnya terkuak.

Wilson Wowor, Pemilik APMS di Desa Falabisahaya, membongkar kebohongan Kepala Desa (Kades) Modapia, Suhartono Umasugi. Sebab menurutnya, Kades Modapia melalui pengecer mengambil solar subsidi, bukan non subsidi.

“Mereka ambil minyak solar subsidi 1 ton dengan harga per liter Rp. 7000 terima di pinggir pantai,” kata Wilson Wowor saat ditemui wartawan media ini di Falabisahaya pada beberapa hari lalu.

Wilson mengatakan, mesin lisdes Modapia menggunakan BBM jenis solar subsidi bukan solar dexlite. Harga jual solar subsidi di APMS Falabisahaya Rp 5.150,00 per liter dan harga jual solar dexlite Rp 13.000 per liter.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Modapia, Suhartono Umasugi kepada wartawan media ini mengatakan, mesin lisdes menggunakan solar dexlite denga harga APMS di Desa Falabisahaya, Ibu Kota Kecamatan Mangoli Utara Rp. 13.500 per liter.

BACA JUGA  Pembukaan FTW Di Sula Tinggal Menghitung Hari, Fasilitas Penunjang Belum Rampung

“Harga minya di Falabisahaya Rp 13.500 per liter, harga dexlite di kampung (Desa Modapia) Rp. 15.000 karena orang (pengecer) pengurusan transportasi. Uang mati dan lain- lain,”kata Kades Modapia Suhartono saat dihubungi via whatsap belum lama ini.

Lanjut Kades, di Desa Modapia tidak ada solar subsidi. Penetapan harga solar per liter Rp. 15.000  karena pembayaran dari desa ke pengecer atas nama Safrudin Silayar alias Sampo memakan waktu yang cukup lama, karena menunggu pencaiaran anggaran yang memakan waktu tiga sampai empat bulan.

Reporter: K-P
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here