Pentas Tarian Tujuh Suku Dan Kuliner Khas Halbar Warnai FTJ

117

 

Pentas Tarian Tujuh Suku (Foto: Riko CH)


HALBAR, CH- Pentas tarian tujuh suku dan sajian kuliner khas Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), di Festival Teluk Jailolo (FTJ), membuat para pengunjung ikut terkagum-kagum.

Tarian yang mewakili Suku Tabaru, Loloda, Sahu, Gamkonora, Wayoli, Pagu dan Suku Jailolo ini tampil memukau. Sajian berbagai kuliner sebagai makanan khas diantaranya, lontong, boko-boko, nasi jaha, gula merah, sayur-sayuran, umbi umbian dan pisang ikut mewarnai FTJ.

Pentas seni yang berlangsung di lokasi Wisata Mangrov, Desa Gamtala Kecamatan Jailolo ini, turut disaksikan langsung Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi Dan Kreatifitas Kemenparekraf, Josua Puji Mulia Simanjuntak.

“Acara pentas seni tarian daerah hari ini sangat luar biasa sekali, dan saya pribadi sangat senang sebab ada keterlibatan generasi muda yang turut partisipasi, tentunya hal ini sangat bermotivasi dan cukup membanggakan terhadap kami,” kata Josua.

Josua mengaku simpatik terhadap makanan khas yang disajikan. Sebab menurutnya, resep dari makanan khas itu merupakan resep lama yang nantinya akan dipersiapkan untuk masa depan.

BACA JUGA  Kesultanan Jailolo Butuh Anggaran, DPRD Bakal Tindaklanjut Lewat Banggar

“Jika kita melihat jenis-jenis makanan lalu membaca kemudian menggali lagi ke dalam dari masakan-masakannya tersebut menggunakan dengan Resep-resep lama dan ini sebenarnya kita mempersiapkan untuk masa depan,” Ujarnya

Dalam kesempatan itu, Josua juga mendatangkan Chef (juru masak) yang bekerjasama dengan ibu-ibu setempat untuk mencoba membuat makanan dengan resep baru. Resep baru ini sebagai proses pengembangan yang tetap berakar pada budaya lokal.

“Diharapkan munculnya kuliner-kuliner baru dapat memperkaya jati diri, jadi kita tidak akan berhenti disini saja. Tentunya kementerian juga akan mendukung semua upaya-upaya untuk mengembangkan lebih lanjut lagi kedepan,” Ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan Halmahera Barat, Lutfi Ali menyebutkan, tarian yang dipentaskan oleh keterwakilan 7 suku itu diantaranya,
sara dabi dabi, salai jin, dodengo naro oti, musik yanger, musik bambu dan teaterikal. Untuk kuliner keterwakilan dari semua suku yang tersebar di 8 kecamatan.

“Kuliner-kuliner ini jika di identifikasi kita belum tau dari sejak kapan dijadikan sebagai tradisi masakan masyarakat tetapi ini sudah menjadi turun temurun dari dulu,” kata Lutfi melalui pesan singkat, Sabtu sore (12/6/2021).

BACA JUGA  Dishub Halbar Mulai Bangun Lokasi Parkir Kendaraan Untuk Retribusi

Dia berharap, sesuai tema kegiatan yang mengarah ke persoalan lingkungan mangrove yang dikolaborasikan dengan kuliner lingkungan alam penting untuk manusia. Para generasi terus melestarikan apa yang suda ada demi kepentingan masa depan. (Red)

Riko Noho

Reporter: Riko Noho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here