Pergantian Faisal Wahab, PAN Haltim Diambang Kehancuran

1397

Karim M. Nur, Wakil Sekertaris DPD PAN Haltim


MABA, CH- Proses pergantian ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Faisal Wahab oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Maluku Utara (Malut) akan berdampak buruk terhadap pengurus PAN yang ada di Haltim.

Wakil Sekertarin DPD PAN Haltim Karim M. Nur kepada Cermin Halmahera menyayangkan sikap DPW yang memberhentikan Faisal Wahab dari Ketua DPD PAN Haltim dan digantikan dengan Plt. Haktim H. M. Mustafa yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara umum DPW PAN Malut.

Menurut Karim, pemberhentian Faisal Wahab ini akan menimbulkan perpecahan dan ketidak harmonisan di tingkat DPD sampai pada tingkat DPC. “Perlu di catat semenjak PAN mengikuti pemilu di Haltim mulai 2004 sampai 2014 PAN hanya memperoleh 2 kursi di DPRD Haltim. Namun pada 2019 Faisal Wahap mampu membawa PAN 3 kursi di parlemen sekaligus menduduki wakil ketua I DPRD Haltim, ini adalah sebuah pencapain yang luar biasa yang harus diapresiasi bukan malah di berhentikan,” tegas Karim, Senin (23/12).

BACA JUGA  Ubaid Yakub Kembali Silaturahmi Di Mabapura Dan Maba Tengah

Karim yang juga sebagai Ketua Tim penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati DPD PAN Haltim ini menilai, alasan Ketua DPW PAN Malut, Madjid Husen menggantikan Faisal Wahab dengan tuduhan soal kinerja sama sekali tidak mendasar, bahkan terkesan untuk kepentingan individu. “Alasan terkesan lucu dan mengada-ngada, pengurus wilayah terkesan semaunya sendiri dalam menjalankan roda organisasi. Ketua wilayah (Madjid Husen) dangkal dalam mengambil sebuah kebijakan bukan lagi berdasarkan kemaslahatan partai tetapi pada kepentingan individu dan kelompok,”kesalnya.

Karim berharap pengurus DPW PAN Malut dalam mengambil keputusan lebih arif dan bijaksana demi partai kedepan. Jika sudah terjadi demikian, Karim meminta agar pengurus DPW tidak menyalahkan pengurus DPD yang ada di Haltim.

Karim juga mengancam, pengurus DPD Haltim akan melakukan konsolidasi untuk mosi tidak percaya ke DPW, karena dianggap
dalam menjalankan organisasi, DPW tidak berdasarkan pada kaidah-kaidah organisasi tetapi lebih cenderung pada kepentingan pribadi yang sesaat.

“kalau model begini jangan menyalahkan teman-teman di DPD, karna DPW sendiri mengajarkan kaders untuk tidak loyal terhadap partai. Jangan karna cuma kepentigan kongres kami di DPD jadi tumbal keserakahan pengurus DPW,” tandasnyan (Il/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here