PKPI Tegas Tolak Revisi UU Pemilu Nilai Menggerus Rasa Keadilan

167

Ketua DPP PKPI Malut, Masrul H. Ibrahim (Foto: Nehemia CH)


TERNATE, CH – UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017  masih menjadi polemik, kendati secara tegas Pemerintah telah menyatakan tidak akan melakukan revisi UU tersebut. Salah satu isu yang menjadi perdebatan yang menarik adalah perubahan besaran ambang batas parlemen (parliemantary threshold).

Hal tersebut disampaokan Ketua DPP PKPI Malut, Masrul H. Ibrahim. Katanya, sebagian kecil partai mendukung upaya kenaikan ambang batas tersebut, namun sebagian besar partai lainnya menolak adanya revisi UU Pemilu tersebut.

“Wacana pro dan kontra terhadap perubahan tersebut masih belum terhenti hingga saat ini karena dipicu kalkulasi politik partai terkait pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang,” ucapnya, saat diwawancarai usai Rakorda Senin, (01/3/2021) di Kota Ternate.

Saat ini berbagai fraksi partai saling beradu argumentasi untuk menetapkan batas ambang parlemen yang terbagi menjadi tiga kubu yakni tetap 4 %, naik di angka 5 hingga 7 %, atau turun hingga 0 %.

“PKPI Tegas Tolak Revisi UU Pemilu, Nilai Menggerus Rasa Keadilan. Polisi Terbitkan Pedoman Penanganan Kasus UU ITE, Mendesak. Partai non parlemen (Hanura, Perindo, PBB, Garuda, PSI. Berkarya dan PKPI) menilai, ambisi untuk menaikan ambang batas parlemen tersebut dianggap akan menggerus rasa keadilan dan dan persatuan mengingat disana masih ada 13,5 juta suara rakyat yang tidak terwakili dan berpotensi menjadi golput,” tukasnya.

BACA JUGA  Gempa Halsel, SeOPMI Haltim Gelar Aksi Kemanusiaan

Di sisi lain, Plt Sekjen PKPI, Keke Parawansa mengatakan, bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk merubah UU Pemilu yang dinilai sudah mapan dan demokratis.

PKP Indonesia siap terlibat di dalam diplomasi politik yang berarti untuk bersama-sama partai lainnya menolak upaya perubahan UU Pemilu tersebut.

“Kami sedang mempelajari langkah-langkah strategis guna meningkatkan rasa percaya diri untuk mendulang suara rakyat yang lebih banyak di pemilu 2024 mendatang,” jelasnya.

Sebaiknya, kata dia, saat ini pihaknya mengajak untuk lebih fokus terhadap penanganan pandemi Covid 19 dan penanganan bencana alam serta pemulihan ekonomi. (Red)

Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here