Polemik Tiket Speed Boat Jailolo-Ternate Belum Berakhir, DPRD Halbar Tawarkan Perda

377

Tamin Ilan Abanun dan Fandi Ibrahim

HALBAR, CH- Polemik naiknya harga tiket secara sepihak yang dilakukan oleh para juragan Speed Boat rute Jailolo-Ternate belum juga berakhir. DPRD Halmahera Barat (Halbar) akhirnya kembali angkat bicara.

DPRD Halbar, melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) menyarankan, salah satu solusi yang harus dilakukan untuk mengakhiri polemik itu adalah pembuatan peraturan daerah (perda).

“Jika regulasi dianggap sebagai instrumen mengatasi persoalan tersebut maka Bapemperda membentuk peraturan daerah agar persoalan bisa terselesaikan dengan baik,” kata Ketua Bapemperda DPRD Halbar, Tamin Ilan Abanun, Rabu (28/7/2021).

Selain harga tiket, Tamin juga menyebutkan ada lagi program prioritas pertanian, perikanan dan kelautan yang juga harus dibuat perda.

“Daerah lain saja terkait dengan tata cara buka tutup rekening SKPD diperdakan, kenapa sekian banyak masalah ekonomi di Halmahera Barat ini torang tidak bisa diselesaikan karena produk hukum kita masi lemah,” ungkapnya.

Politisi Hanura ini meminta agar Pemerintah Daerah segera berkoordinasi dengan Bapemperda kemudain Bagian Hukum dan Dinas Perhubungan untuk membicarakan soal perda tersebut.

BACA JUGA  Diduga Korupsi Dana Covid-19, GAMKI Demo Pemda Halbar

“Jadi apapun masalah harus di selesaikan dengan peraturan supaya lebih jelas agar kita berjalan tidak compang camping,” tegasnya.

Senada juga disampaikan oleh Fandi Ibrahim, anggota Bapemperda DPRD Halbar. Menurutnya, polemik harga tiket ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan komisi I. Pihaknya juga dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Perhubungan untuk membicarakan polemik harga tiket yang sudah kurang lebih dua bulan belum ada titik penyelesaian.

“Jika sangat di mungkinkan untuk di buat perda, Bapemperda bersama sama dengan DPRD siap jika di nilai solusi terbaik agar masyarakat keluar dari masalah tersebut,” ujar politisi Golkar ini.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Halmahera Barat, Marten Antoni Baura saat dikonfirmasi mengatakan,
pihaknya tinggal menunggu analisa operasional dari Organisasi Asosiasi Speed Boat Halbar.

“Jika suda ada masukan nantinya di tindaklanjuti ke DPRD untuk di bahas bersama antara kami dengan pengurus Speed boat sehingga dipertimbangkan,” ujarnya.

Dijelaskan, permasalahan yang dihadapi adalah ketika juragan dan ABK speed boat mengantar penumpang dari Pelabuhan Jailolo ke Pelabuhan Dufa-Dufa Ternate dengan jumlah penumpang 17 orang dan balik dengan kekosongan penumpang.

BACA JUGA  Bendahara Disnaketrans Bantah Tuduhan Kepala Seksi

“Ke Ternate dengan penumpang 17 orang dan balik itu penumpangnya kosong, nah hal ini membuat ongkos minyak tidak di dapat sehingga mereka rugi. Jadi seperti itu pertimbangan analisanya. Nantinya seperti apa ketika DPRD menyikapinya apakah turunannya buat perbup atau perda,” tukasnya.

Riko Noho

Reporter: Riko Noho
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here