PP Halteng Desak Pemda Dan DPRD Ambil Langka Soal Rekrutmen Tenaga Kerja PT. IWIP

385

Gazali Samsudin

HALTENG, CH – Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)   Gazali Samsuddin mendesak kepada Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah terkait dengan rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)

Menurut mantan anggota DPRD Halteng Fraksi Hanura ini, Pemerintah dan DPRD Halteng harus segera memanggil dan menekan pihak perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Selain itu ditemukan sejumlah tenaga kerja  yang tidak di daftarkan pada BPJS ketenaga kerjaan.

Dirinya juga menilai pihak perusahaan lalai dalam perekrutan tenaga kerja lokal, untuk itu pihaknya bakal menyurat ke pihak perusahaan sebagai langkah protes dalam perekrutan tenaga kerja. “Kepada Pemerintah Daerah juga harus segera mengambil kembali lahan bandara Nuspera satu dan Nuspera dua. Karena itu aset Pemda Halteng,” tegasnya.

Sementara dari pihak perusahaan melalui Humas, Agnes Megawati kepada awak media menjelaskan bahwa posisi Security merupakan posisi skilled workers (memerlukan keahlian) bukan posisi General Workers (non-skilled) dimana proses seleksi untuk general worker berdasarkan dokumen administrasi (warga halteng diutamakan). “Apabila merujuk pada standar proses perekrutan untuk melamar pada posisi security ini diwajibkan memiliki sertifikat Garda Pratama,” ujarnya.

BACA JUGA  Warga Halteng Ancam Boikot Aktifitas PT. Tekindo Energi

Menurutnya,  perusahaan sudah memberikan kelonggaran bagi pelamar, dengan masih memproses berkas lamaran yang tidak memiliki sertifikat Garda Pratama dengan harapan apa bila pelamar sudah lulus di semua tahap seleksi, perusahaan dapat memberikan sekaligus memfasilitasi karyawan untuk memperoleh Sertifikasi tersebut.

Adapun proses seleksi untuk posisi security kata Agnes, ada beberapa tahapan diantaranya seleksi administrasi, seleksi fisik (Samapta), tes psikologi, Interview, tes kesehatan. Dari hasil Tes tersebut ada 17 orang dari Halteng yang lulus (13 laki laki dan 4 perempuan) dan hanya 3 orang yang memiliki sertifikat Garda Pratama. Proses Perekrutan Security harus dilakukan sesuai standar karena posisi skilled workers.

“Wajar kalau ada yang lulus dan tidak. Di Bulan September 2019 ini Perusahaan sudah merekrut tenaga kerja sebanyak 4.260 orang yang terdiri dari 2.058 orang dari lingkar tambang dan 358 dari Halteng, 1.286 dari Provinsi Maluku Utara, 257 dari Indonesia Timur dan 301 dari Nasional,” terangnya. (Red)

Reporter : Saleh Abuya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here