PT. STS Mulai Rekrut Tenaga Kerja, Ini Posisi Yang Diterima

6620

Sosialisasi Perekrutan Tenaga Kerja (Foto: Nehemia CH)


BULI, CH- PT. Sambaki Tambang Sentosa (STS), mulai membuka pendaftaran tenaga kerja. Ini setelah pihak perusahaan yang bergerak di tambang nikel ini, melakukan sosialisasi yang berlangsung di Hotel Kartika Buli, Sabtu (17/4/2021).

Ditargetkan, rekrukmen tenaga kerja ini bisa selesai sebelum alat berat tiba di lokasi perusahaan, yang berada di Dusun Waisimo Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), pada 27-28 April 2021.

“Sebelum alat turun di Jety maka tenaga kerja sudah siap, baik skil dan non skil,” kata Kepala Humas Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. STS, Nurhidayah Teng.

Dijelaskan, PT. STS selalu terbuka dan tidak ada pilih kasih atau orang dalam baik pejabat maupun pihak lainya. Setiap pelamar harus mengantongi rekomendasi dari kepala desa setempat.

Bunda Uyu, sapaan akrab dari warga ini membeberkan, perekrutan tenaga kerja skil maupun non skil diprioritaskan bagi pelamar dari desa lingkar tambang, lebih khusus Desa Baburino dan Pekaulang.

“Apabila kuota kurang di Desa Baburino dan Pekaulang sesuai permintaan perusahan, maka kepala desa yang ada di dua kecamatan (Maba dan Maba Tengah bisa berkordinasi dengan Kades Baburino dan Pekaulang,” kata Uyu.

BACA JUGA  1 Pasien Asal Haltim Positif, Total Pasien Postif Covid-19 Di Malut 77 Orang

Sementara itu, Kepala HRD PT.STS, Mung Kasi menyampaikan, penerimaan tenaga kerja ini bertepatan dengan Bulan Puasa, sehingga tenaga kerja yang direkrut hanya 1 (satu) shift. Dua shif akan dilakukan setelah paska lebaran Idul Fitri.

Perekrtutan tenaga kerja, dilakukan oleh PT. PT. Roda Tehnik Mining selaku sub kontraktor, sementara PT. STS hanya melakukan pengawasan.

“Tenaga kerja yang akan direkrut 100 persen masyarakat lokal baik di Kecamatan Maba dan Maba Tengah, tenaga non skil diserahkan kepada Kepala Desa sedangkan skil akan dilakukan tes tertulis dan tes di lapangan,” kata Mung.

Tengaka skil yang diterima yakni, staf HR 1 orang, Excavator 12, driver DT Quester 15 orang, operator Buldozer 3 orang, operator Grader 2 orang, Driver LV 5 orang, Driver Manhaul 2 orang, Security 6 orang dan Analis 2 orang.

Sedang non skill, Kru Terpal 4 orang, Checker 2 orang, Stocker 6 orang, OB 1 orang, Helper/tyrema 8 orang,  Kru Safety 1 orang, Helper Fuel 1 orang, Kru listrik 1 orang, Kru Preparasi 4 orang, Kru Sample Produksi 6 orang, Kru Sample Barging 6 orang dan Kru Survey  1 orang.

BACA JUGA  Tak Terdengar Kabar, Mobdis Truk Ada di Kediaman Pribadi Kadis Ketahanan Pangan Haltim

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. STS, Yoyok  mengatakan, belum memastikan berapa lama perusahaan ini akan beroperasi di Haltim, tergantung kadar nikel. Jika kadar rendah bisa dijual maka perusahaan akan terus beroperasi.

“Untuk produksi pertama ini, masih menggarap lahan lama seluas 74 hektar, sedangkan IPPKH seluas 482 hektar masih dalam proses,” jelas Yoyok.

Perekrutan tenaga kerja, kata Yoyok pihak perusahaan berkoordinasi dengan camat, kepala desa dan karang taruna setempat.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Pemkab Haltim, Ifdal Rajak SH, MH, yang ikut hadir dalam sosialisasi itu mengharapkan, rekrutmen tenaga kerja oleh PT. STS ini dapat memprioritaskan masyarakat lingkar tambang.

“Agar warga Haltim bisa mendapat pekerjaan sekaligus mengurangi angka pengangguran,” tuturnya. (Red)

Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami

 

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here