Satlantas Polres Haltim Gelar Operasi Patuh Sambil Sosialisasi

Anggota Satlantas Saat Sosialisasi Di Kantor Desa Buli Asal (Foto: Nehemia CH)


BULI, CH- Satlantas Polres Halmahera Timur (Haltim), Kamis (23/7/2020) kemarin mulai melakukan operasi patuh Kie Raha 2020. Dalam operasi ini ditemukan banyak pengendara roda dua yang belum mematuhi aturan lalulintas.

Belum disebutkan berapa banyak para pengendara roda dua maupun roda empat yang ikut terjaring razia. Namun yang jelas masih banyak ditemukan pengguna jalan melanggar aturan.

Hal ini membuat pihak lantas ikut melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. Seperti yang dilakukan di Kantor Desa Buli Asal, Jumat (24/7/2020) oleh Kasat Lantas, Iptu Ikhwan bersamasejumlah anggotanya.

Ikhwan berharap, agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan dalam menghadapi New Normal, yaitu menggunakan masker pada saat berkendaraan dan melengkapi surat-surat kendaraan.

Selain itu Ikhwan juga meminta kepada warga agar menghindari minuman keras, sebab kecelakan lalulintas juga disebabkan karena minuman keras. “Seperti terjadi kecalakaan di Jembatan Kali Jodoh Desa Buli Karya pada bulan juni, korban adalah Pemuda desa Buli Asal, mengkonsumsi miras dan tidak menggunakan helm akhirnya korban tidak diselamatkan saat di rawat di Rumah Sakit Umum Tobelo,” tukasnya.

Sementara itu, Kanit Regident Sat Lantas Polres Haltim Brpka. Yelman T. Gumuru, dalam sosialisasi menghimbau kepada masyarakat yang mengendarai sepeda motor agar menggunakan helm depan dan belakan apabila berboncengan.

“Tidak bisa lebih dari dua orang, pengendara dinbawah umur juga tidak bisa, dilarang menggunakan hand phone saat berkendaraan, serta jangan melawan arus lalulintas, SIM dan STNK yang masih berlaku harus dibawah setiap berkendaraan,” paparnya.

Yelman yang ikut didampingi oleh Bripka M. Irvan Kurniawan, Bripka Ningsi Sudin dan Bripka Faisal ini menegaskan, akan memberi sangsi tilang kepada para pengendara yang melanggar aturan lalulintas.

“Sebab banyak terjadi kecelakaan disebabkan ketidak sadaran pengendara itu sendiri, terutama anak-anak, maka dari itu orang tua harus selalu melakukan pengawasan serta teguran terhadap anak-anak yang sering berkendara,” harapnya.

Selain di kantor desa, sosialisasi ini juga
dilakukan di tempat umum seperti pasar, sekolah, dan tempat umum lainya. (Red)

Reporter: Nehemia Bustami

Show More
Back to top button