Sebut Nama Di MK, Camat Galela Polisikan Komisioner Bawaslu

645

Camat Galela, Ahmad Kacoa (Foto: Rustam CH)


TOBELO, CH – Camat Galela Ahmad Kacoa, nampaknya tidak menerima namanya ikut disebutkan saat sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi (MK), terkait perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) tahun 2020 kemarin.

Ahmad mengatakan, pihaknya melaporkan komisioner Bawaslu di kepolisian itu atas dugaan kasus pencemaran nama baik, sebab pihaknya merasa dirugikan saat namanya dilibatkan dalam sidang MK.

“Putusan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas rekomendasi Bawaslu kan sudah selesai, kenapa sebut nama saya dihadapan sidang MK, ini jelas pencemaran nama baik,” kata Ahmad, Sabtu (06/02/2021).

Ahmad menegaskan, dari hal tersebut, dia telah melaporkan komisioner Bawaslu Halut, Iksan Hamiru secara resmi ke Polres Halut guna di proses secara hukum.

“Saya sudah laporkan ke Polres Halut, karena saya tidak terima nama saya disebut di hadapan hakim MK, padahal kasus keterlibatan saya, sudah selesai kenapa diungkit kembali saat sidang MK,”paparnya.

Tak hanya melaporkan dugaan kasus tindak pidana pencemaran nama baik, dia juga bakal melaporkan Komisioner Bawaslu ke DKPP karena dianggap keterangan Bawaslu diduga palsu dan tidak profesional saat di sidang MK.

BACA JUGA  Advokat BARA Di Halut Dukung Program Vaksinasi

“Besok (Minggu) saya akan ke Jakarta untuk melaporkan Bawaslu Halut ke DKPP karena ada dugaan melanggar kode etik penyelenggara, saya sebagai warga negara berhak melaporkan itu,”tegasnya menutup. (Red)

Rustam gawa

Reporter: Rustam Gawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here