Uang Transportasi Guru Honor dan  Relawan di Kecamatan Maba Disepakati Rp. 300 Ribu

212
Rapat Dengar Pendapat Yang Berlangsung di Aula Kantor Camat Maba

HALTIM, CH- Polemik pemberian uang transportasi ke para guru honor dan relawan di Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur yang tidak merata akhirnya mendapat titik terang. Setelah Pemerintah Kecamatan melakukan rapat bersama dengan para guru maupun para kepala desa setempat.

Rapat yang berlagsung di Aula Kantor Camat Maba, Jumat (28/4/2022) itu disepakati besarnya uang transportasi sebesar Rp. 300 ribu per guru setiap bulan. Anggaran itu sendiri bersumber dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. Antam.

Polemik ini terjadi lantaran pembagian uang transportasi nilai tidak merata. Dimana para guru honor hanya diberikan Rp. 150 ribu per bulan, sementara guru relawan sebesar Rp. 400 ribu.

Dalam rapat tersebut Camat Maba, Johannis Tahalele menyampaikan pihaknya bersama pemerintah desa tidak melakukan pemotongan terhadap dana transportasi untuk guru Honda, seperti yang dituduhkan. Melainkan berdasarkan hasil kesepakatan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) yang digelar baru-baru ini.

Menurut Johanis, pengurangan dana transportasi guru honorer dari Rp. 250 ribu menjadi Rp. 150 ribu dengan alasan sudah mendapatkan gaji dari pemerintah daerah setempat. Sementara guru suka relawan tidak mendapatkan uapah dari pemerintah daerah.

BACA JUGA  Ilham Husen: Tahapan Pekerjaan Rumah Ini Jalan Terus Bukan Gagal

Namun belakangan diketahui, jika guru relawan terjanya mendapatkan gaji dari masing-masing sekolah yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp. 750 ribu per guru, seperti yang dibeberkan oleh  kepala sekolah SD Inpres Geltoli, Herinimus Susu dalam rapat tersebut.

“Kalau ini (guru relawan dapat gaji dari dana BOS) disampaikan oleh kepala-kepala sekolah dalam Musrenbang CSR, maka upah transportasi dari PT. Antam melalui dana CSR tidak akan terjadi masalah,” kata Johanis.

Dari hasil rapat yang ikut dihadiri oleh pihak CSR PT. Antam itu, akhirnya disimpulkan dana transportasi untuk guru honor dan relawan disamarataakan sebesar Rp. 300 ribu per guru. Pembayaran upah guru honor di tranfer ke satu rekening untuk masing-masing sekolah. Bagi satu orang guru yang mengajar di dua sekolah, dananya tetap dihitung satu sekolah.

Total guru mulai dari Paud hingga SMA sederat di Kecamatan Buli 138 orang, yang terdiri dari guru relawan 87 orang dan 46 orang guru honorer dan PKM Buli 5 orang.

BACA JUGA  Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke 61, Ini Yang Dilakukan Kejari Haltim

Nehemia bustami

Reporter: Nehemia Bustami
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here