Video Sambutan Wakil Walikota Tidore Diplintir

125
Wakil Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen

TIDORE, CH – Video sambutan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen pada acara ramah tamah peringatan Pengibaran Bendera Merah Putih pertama di Kawasan Timur Indonesia di Tanjung Mafu Tabe, Kelurahan Mareku, Kamis (18/8/2022) kemarin diplintir.

Video yang beredar di media sosial, terkait pernyataan Muhammad Sinen soal anak cucu Sultan Zainal Abidin Syah dan Sultan Nuku, sudah dipenggal atau diedit sehingga tidak utuh.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, sejumlah percakapan di media sosial dan WA Group tertentu, membuat kemarahan dari orang-orang yang mengaku sebagai anak cucu Sultan Zainal Abidin Syah dan Sultan Nuku.

Bahkan mereka juga ikutan-ikutan mempertanyakan maksud apa menyalahkan anak cucu kedua sultan tersebut. Padahal mereka tidak menonton video dimaksud secara utuh dan hanya melihat video hasil editan.

Di video utuh yang berdurasi sekitar 12 menit lebih itu, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, tidak memiliki niat sedikitpun untuk menyalahkan, apalagi menyudutkan anak cucu Sultan Nuku dan Sultan Zainal Abidin Syah sebagaimana video hasil editan yang tersebar secara sepihak di medsos maupun percakapan di WA Grup tertentu.

BACA JUGA  Terkenda Lahan, 1000 Bibit Mangga Arum Manis di Tikep Belum Ditanam

Menurut Wakil Wali Kota, dalam video utuh itu, bahwa anak cucu Sultan bukan hanya yang memiliki ikatan darah dengan Sultan, tapi Wakil Wali Kota juga merasa dirinya bagian dari anak cucu sultan Nuku dan Sultan Zainal Abidin syah. Termasuk setiap orang Tidore juga bagian dari anak cucu dari Sultan Zainal Abidin Syah dan Sultan Nuku.

Selain itu, Wakil Wali Kota dalam video yang utuh juga mengajak semua pihak, termasuk Pemerintah Kota, Kesultanan, DPRD dan pihak lainnya untuk sudahi perbedaan tentang sejarah pengibaran bendera merah putih pertama di kawasan Timur Indonesia di Tanjung Mafutabe Mareku.

“Pengibaran bendera Merah Putih Pertama di Tanjung Mafutabe Mareku 18 Agustus 1946, adalah bukti sejarah bahwa betapa pentingnya peran Tidore untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, pada acara ramah tamah peringatan pengibaran bendera merah putih pertama di Kawasan Indonesia Timur di Tanjung Mafutabe Mareku.

Lebih lanjut Wakil Wali Kota menambahkan, tonggak awal dari peristiwa bersejarah tersebut adalah Konfrensi Malino Juli 1946 yang dihadiri langsung oleh Sultan Zainal Abidin Syah.

BACA JUGA  Di Tidore, Setiap Kamis ASN Wajib Pakai Baju Adat

Peristiwa penting tersebut kemudian menghasilkan suatu keputusan besar, Sultan Zainal Abidin Syah untuk tetap bergabung bersama NKRI.

Muhammad Sinen berharap, bukti sejarah ini tetap terus dirawat dan dipelihara sehingga manifetasi rasa syukur masyarakat Mareku khususnya dan Tidore umumnya tidak berbatas pada seremoni upacara saja.

“Ini adalah bukti sejarah yang tidak boleh didiamkan, harus ada aturan baku yang mengatur tentang Tanjung Mafutabe atau Tanjung Mareku ini, dan hal tersebut terwujud jika semua semua pihak mau membuka diri untuk berjuang bersama-sama dengan Pemerintah Daerah, DPRD dan juga pihak kesultanan.

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar
Editor: Suhardi Koromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here