Walikota Tikep Larang ASN Keluar Daerah Hingga Tiadakan Apel Pagi

572

Sekretaris Daerah Kota Tikep, Ismail Dukomalamo Saat Pimpin Rapat (Foto: Musa CH)


TIDORE, CH – Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim akhirnya mengeluarkan sejumlah larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Larangan ini untuk menyikapi penyebaran Covid 19 yang mengalami peningkatan.

Sedikitnya ada 5 poin penting yang dikelurkan oleh Walikota, yakni pelaksanaan apel pagi dan sore di Kantor Walikota ditiadakan mulai 5-23 Juli 2021, dilarang para ASN melaksanakan kegiatan perjalanan dinas keluar daerah terutama di luar Provinsi Maluku Utara, bagi pimpinan OPD dan ASN yang sementara melakukan perjalanan keluar daerah agar wajib melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari setelah kembali dari perjalanan dinas, pimpinan OPD agar memberlakukan sistem sift, dan wajib memakai masker.

Instruksi Walikota ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tikep, Ismail Dukomalamo saat memimpin rapat tentang satuan tugas penanganan covid 19 di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota, Jumat (2/7/2021).

Lebih lanjut Ismail mengatakan, untuk instruksi ke masyarakat membutuhkan tanda tangan dari tim Covid 19. Rapat ini dilakukan guna membicarakan langkah antisipasi dan upaya pencegahan Covid 19 di lingkungan masyarakat, sekaligus membentuk tim dan membicarakan sanksi yang diberikan.

BACA JUGA  Proyek Saluran Air Di Tikep, PUPR Malut Sebut Kepala DLH Keliru

“Walikota mengharapkan agar terkait dengan penanganan Covid 19 ini membutuhkan peran serta seluruh ASN di Kota Tidore Kepulauan terutama yang berada di tim covid 19, Kapolres dan Dandim minta kerjasamanya dalam rangka pencegahan covid 19, semoga Kota Tidore Kepulauan bisa segera terbebas dari musibah ini,” kata Ismail.

Berdasarkan laporan dari Juru Bicara Covid 19 Kota Tikep, Saiful Sadim menjabarkan, siaga 1 kasus positif pertanggal 2 Juli 2021 di Kota Tikep sebanyak 38 orang, 9 orang sedang dalam perawatan rata-rata usia tua, kasus aktif sebanyak 68 orang, 99% hasil antigen akurat.

“Penerapan 5 M, 3T, dan vaksinasi terus dilakukan mengingat vaksinasi sangat efektif, tahap pertama target vaksinasi sudah mencapai 50%, untuk kendalanya saat ini di Kota Tidore Kepulauan belum bisa menentukan apakah ini virus varian baru atau bukan,” ujarnya.

Kesimpulan rapat ini, untuk tim yang tergabung dalam penanganan Covid-19 di Kota Tikep baik dari OPD, TNI dan POLRI menyatakan sikap akan turut serta bahu-membahu mengupayakan antisipasi dan proses penanganan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Tikep baik berupa pengamanan protokol kesehatan, himbauan secara lisan maupun tulisan. (Red)

BACA JUGA  169 Tenaga Kesehatan Di Tikep Sudah Divaksin

Musa Abubakar

Reporter: Musa Abubakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here